Minggu, 10 Januari 2010

ASI (AIR SUSU IBU) DIJUAL SPECIAL UNTUK DAERAH KOTA BATAM




Rahasia di Balik Keajaiban ASI

Indikator utama derajat kesehatan masyarakat adalah angka kematian bayi (AKB) atau Infant Mortality Rate (IMR). Dari hasil penelitian yang ada, angka kematian bayi ini tidak berdiri sendiri, melainkan terkait dengan faktor-faktor lain, terutama gizi. Status gizi ibu pada waktu melahirkan, dan gizi bayi itu sendiri sebagai faktor tidak langsung maupun langsung sebagai penyebab kematian bayi. Oleh karena itu, pemenuhan kebutuhan gizi bayi sangat perlu mendapat perhatian yang serius. Gizi untuk bayi yang paling sempurna dan paling murah adalah ASI atau Air Susu Ibu (Notoatmodjo S, 2007)

Pemberian Air Susu Ibu (ASI) pada bayi merupakan cara terbaik bagi peningkatan kualitas SDM sejak dini yang akan menjadi penerus bangsa. ASI merupakan makanan yang paling sempurna bagi bayi. Pemberian ASI berarti memberikan zat-zat gizi yang bernilai gizi tinggi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan saraf dan otak, memberikan zat-zat kekebalan terhadap beberapa penyakit dan mewujudkan ikatan emosional antara ibu dan bayinya.

Mengingat pentingnya pemberian ASI bagi tumbuh kembang yang optimal baik fisik maupun mental dan kecerdasannya, maka perlu perhatian agar dapat terlaksana dengan benar.

Faktor keberhasilan dalam menyusui adalah dengan menyusui secara dini dengan posisi yang benar, teratur, dan eksklusif. Oleh karena itu, salah satu yang perlu mendapat perhatian adalah bagaimana ibu yang bekerja dapat tetap memberikan ASI kepada bayinya secara eksklusif sampai 6 (enam) bulan dan dapat dilanjutkan sampai anak berumur 2(dua) tahun.

Sehubungan dengan hal tersebut telah ditetapkan dengan Kepmenkes RI No.450/MENKES/IV/2004 tentang Pemberian Air Susu Ibu (ASI) secara eksklusif pada bayi Indonesia. Program Peningkatan Pemberian ASI (PP-ASI) khususnya ASI eksklusif mempunyai dampak yang luas terhadap status gizi ibu dan bayi.
Pemberian ASI di Indonesia belum dilaksanakan sepenuhnya. Upaya meningkatkan perilaku menyusui pada ibu yang memiliki bayi khususnya ASI eksklusif masih dirasa kurang. Permasalahan yang utama adalah faktor sosial budaya, kesadaran akan pentingnya ASI, pelayanan kesehatan dan petugas kesehatan yang belum sepenuhnya mendukung PP-ASI, gencarnya promosi susu formula dan ibu bekerja.

Dari data SDKI 1997 cakupan ASI eksklusif masih 52%, pemberian ASI satu jam pasca persalinan 8%, pemberian hari pertama 52,7%. Rendahnya pemberian ASI eksklusif menjadi pemicu rendahnya status gizi bayi dan balita.
Dari survei yang dilaksanakan pada tahun 2002 oleh Nutrition & Health Surveillance System (NSS) kerjasama dengan Balitbangkes dan Helen Keller International di 4 perkotaan (Jakarta, Surabaya, Semarang, Makasar) dan 8 perdesaan (Sumbar, Lampung, Banten, Jabar, Jateng, Jatim, NTB, Sulsel), menunjukan bahwa cakupan ASI eksklusif 4-5 bulan di perkotaan antara 4%-12%, sedangkan dipedesaan 4%-25%. Pencapaian ASI eksklusif 5-6 bulan di perkotaan berkisar antara 1%-13% sedangkan di pedesaan 2%-13%.
Dari penelitian terhadap 900 ibu di sekitar Jabotabek (1995) diperoleh fakta bahwa yang dapat memberi ASI eksklusif selama 4 bulan hanya sekitar 5%, padahal 98% ibu tersebut menyusui. Didapatkan juga bahwa 37,9% dari ibu-ibu tersebut tak pernah mendapatkan informasi khusus tentang ASI, sedangkan 70,4% ibu tak pernah mendengar informasi tentang ASI eksklusif (Roesli U, 2005).

Pada ibu yang bekerja, singkatnya masa cuti hamil/melahirkan mengakibatkan sebelum masa pemberian ASI eksklusif berakhir sudah harus kembali bekerja. Hal ini mengganggu upaya pemberian ASI eksklusif. Dari berbagai penelitian menunjukan banyak alasan untuk menghentikan ASI dengan jumlah yang bervariasi : 13% (1982), 18,2% (Satoto 1979), 48% (Suganda 1979), 28% (Surabaya 1992), 47% (Columbia), 6% (New Delhi).
Selain itu gencarnya promosi susu formula dan kebiasaan memberikan makanan/minuman secara dini pada sebagian masyarakat, menjadi pemicu kurang berhasilnya pemberian ASI eksklusif.

Artikel ilmiah populer berikut ini akan membahas tentang:
A. Definisi ASI Eksklusif
B. Pengelompokan (Stadium) ASI
C. Waktu Pemberian ASI Eksklusif
D. Komponen-komponen ASI
E. Manfaat ASI Eksklusif untuk Bayi
F. Manfaat ASI Eksklusif untuk Ibu
G. Manfaat ASI Eksklusif untuk Negara
H. Urutan Tindakan Menyusui
I. Teknik Menyusui
J. Tips Agar ASI Lancar
K. Mengapa Susu Formula?
L. Fakta Seputar ASI, Prolaktin, dan Oksitosin
M. Mitos Seputar ASI
N. Sepuluh Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui
O. Panduan Menyusui untuk Ibu Bekerja
P. Cara Memeras ASI dengan Tangan dan Penyimpanan ASI
Q. Tanda Bayi Siap Mendapatkan Makanan Padat

A. Definisi ASI Eksklusif
Yang dimaksud dengan ASI eksklusif atau lebih tepat pemberian ASI secara eksklusif adalah bayi hanya diberi ASI saja, tanpa tambahan cairan lain seperti susu formula, jeruk, madu, air teh, air putih, dan tanpa tambahan makanan padat seperti pisang, pepaya, bubur susu, biskuit, bubur nasi, dan tim (Roesli U, 2005).

B. Pengelompokan (Stadium) ASI
Menurut Purwanti HS (2004), ada tiga stadium ASI:
ASI Stadium I
ASI Stadium I adalah kolostrum. Kolostrum merupakan cairan yang pertama disekresi oleh kelenjar payudara dari hari pertama sampai hari keempat. Warna kuning keemasan kolostrum disebabkan oleh tingginya komposisi lemak dan sel-sel hidup.
ASI Stadium II
ASI Stadium II adalah ASI peralihan, yang diproduksi pada hari ke-4 sampai hari ke-10.
ASI Stadium III
ASI Stadium III adalah ASI matur, yang diproduksi dari hari ke-10 sampai seterusnya.

C. Waktu Pemberian ASI Eksklusif
Pemberian ASI secara eksklusif ini dianjurkan untuk jangka waktu setidaknya selama 4 bulan, tetapi bila mungkin sampai 6 bulan. Setelah bayi berumur 6 bulan, ia harus mulai diperkenalkan dengan makanan padat, sedangkan ASI dapat diberikan sampai bayi berusia 2 tahun atau bahkan lebih dari 2 tahun (Roesli U, 2005).

D. Komponen-komponen ASI
Menurut Alkatiri S (1996) dan Suradi R, Tobing HKR (2004), komponen-komponen di dalam ASI antara lain: protein, laktosa, lemak. Kadar protein ASI sebesar 0,9%, sebesar 60% diantaranya berupa whey, yang lebih mudah dicerna dibandingkan kasein (protein utama susu sapi). Lemak di dalam ASI merupakan campuran dari fosfolipid, kolesterol, vitamin A, dan karotinoid. Di dalam ASI juga terdapat asam amino (sistin dan taurin) yang tidak terdapat di dalam susu sapi. Sistin untuk pertumbuhan somatik (tubuh), sedangkan taurin untuk pertumbuhan otak.

Kadar elektrolit dalam ASI lebih rendah daripada yang terkandung di dalam susu formula, ini menguntungkan mengingat kondisi ginjal bayi yang belum sempurna.
Kadar vitamin A, C, D, E dan niasin di dalam ASI lebih tinggi dibandingkan dengan susu sapi atau susu formula. Sedangkan kadar vitamin neurotopik, seperti: thiamin, riboflavin, dan sianokobalamin di dalam ASI lebih rendah dibandingkan dengan susu sapi atau susu formula.

ASI juga mengandung zat untuk melawan/memberantas jasad renik, seperti sel T dan imunoglobulin, yang merupakan pertahanan tubuh spesifik. Juga mengandung sel fagosit, komplemen C2 dan C4, lisosim, laktoperoksidase, laktoferin, transferin, yang merupakan pertahanan tubuh non-spesifik. Dengan mengikat zat besi, laktoferin telah berperan menghambat pertumbuhan Stafilokokus dan E.coli yang juga memerlukan zat besi untuk pertumbuhannya. Laktoferin juga dapat menghambat pertumbuhan jamur kandida.

Selain itu, Lactobacillus bifidus di dalam ASI berfungsi mengubah laktosa menjadi asam laktat dan asam asetat. Kedua asam ini menjadikan saluran pencernaan bersifat asam sehingga menghambat pertumbuhan mikroorganisme, seperti E.coli (yang sering menyebabkan bayi menderita diare), shigella, dan jamur.

E. Manfaat ASI Eksklusif untuk Bayi
Menurut Roesli U (2005) dan Alkatiri S (1996), manfaat pemberian ASI yang diperoleh bayi adalah:
1. ASI sebagai nutrisi.
2. ASI meningkatkan daya tahan tubuh.

ASI yang keluar saat kelahiran bayi sampai hari ke-4 atau ke-7 (kolostrum) mengandung zat kekebalan 10-17 kali lebih banyak dari susu matang (mature). Zat ini akan melindungi bayi dari penyakit diare (mencret).
1. ASI meningkatkan kecerdasan.

Nutrien pada ASI yang diperlukan untuk pertumbuhan otak bayi adalah taurin, laktosa, dan asam lemak ikatan panjang (DHA, AA, omega-3, omega-6).
1. ASI eksklusif meningkatkan jalinan kasih sayang.

Dengan menyusui, maka akan terjalin kasih sayang antara ibu dan bayinya. Si bayi juga merasa aman, tenteram, dan terjaga.
1. ASI eksklusif sebagai makanan tunggal untuk memenuhi semua kebutuhan pertumbuhan bayi sampai usia 6 bulan.
2. Suhu ASI sama dengan suhu tubuh. Kesesuaian suhu inilah yang menyebabkan kenyamanan tersendiri bagi bayi.
3. ASI eksklusif dapat mengurangi terjadinya sakit telinga dan infeksi saluran pernafasan pada bayi.
4. ASI eksklusif melindungi bayi dari serangan alergi.
5. ASI eksklusif meningkatkan daya penglihatan dan kepandaian bicara bayi.
6. ASI eksklusif membantu pembentukan rahang yang bagus.
7. ASI eksklusif mengurangi risiko terkena penyakit kencing manis, kanker pada anak, dan diduga mengurangi kemungkinan menderita penyakit jantung.
8. ASI eksklusif menunjang perkembangan motorik sehingga bayi ASI eksklusif akan lebih cepat bisa berjalan.
9. ASI eksklusif menunjang perkembangan kepribadian, kecerdasan emosional, kematangan spiritual, dan hubungan sosial yang baik.

F. Manfaat ASI Eksklusif untuk Ibu
Menurut Roesli U (2005) dan Alkatiri S (1996), manfaat ASI eksklusif untuk ibu adalah:
1. Mengurangi perdarahan setelah melahirkan.
2. Mengurangi terjadinya anemia.
3. Menjarangkan kehamilan.
4. Mengecilkan rahim.
5. Lebih cepat langsing kembali.
6. Mengurangi kemungkinan menderita kanker payudara dan kanker indung telur.
7. Kebersihannya terjamin, karena ASI sangat higienis.
8. Lebih ekonomis (murah), bahkan gratis.
9. Hemat waktu dan tidak merepotkan.
10. Mudah pemberiannya karena tidak perlu diolah.
11. Segar, siap pakai, sewaktu-waktu dapat diberikan.
12. Portabel (mudah dibawa kemana-mana) dan praktis.
13. Memberi kepuasan psikologis dan kebahagiaan bagi ibu.

G. Manfaat ASI Eksklusif untuk Negara
Menurut Roesli U (2005), pemberian ASI eksklusif akan menghemat pengeluaran negara karena hal-hal berikut:
1. Penghematan devisa untuk pembelian susu formula, perlengkapan menyusui, serta biaya menyiapkan susu.
2. Penghematan untuk biaya sakit terutama sakit muntah-mencret dan sakit saluran nafas.
3. Penghematan obat-obatan, tenaga, dan sarana kesehatan.
4. Menciptakan generasi penerus bangsa yang tangguh dan berkualitas untuk membangun negara.
5. Langkah awal untuk mengurangi dan menghindari terjadinya lost generation di Indonesia.

H. Urutan Tindakan Menyusui
Menurut Purwanti HS (2004), ada sepuluh urutan tindakan menyusui:
1. Pilih posisi yang paling nyaman untuk menyusui. Siapkan peralatan seperti: kapas, air hangat, handuk kecil yang bersih atau tisu, bantal untuk penopang bayi, selimut kecil, dan penopang kaki ibu. Siapkan sesuai kebutuhan.
2. Baringkan bayi di atas bantal dengan baik sehingga posisi bayi saling berhadapan dengan ibu. Perut ibu berhadapan dan bersentuhan dengan perut bayi. Perhatikanlah kepala agar tidak terjadi pemuntiran leher dan punggung bayi harus lurus (tidak membungkuk).
3. Mula-mula pijatlah payudara dan keluarkan sedikit ASI untuk membasahi puting susu untuk menjaga kelembaban puting. Lalu oleskan puting susu ibu ke bibir bayi untuk merangsang refleks isap bayi (rooting reflex).
4. Topang payudara dengan tangan kiri atau tangan kanan dan empat jari menahan bagian bawah areola mammae hingga bayi membuka mulutnya.
5. Setelah bayi siap menyusu, masukkan puting susu sampai daerah areola mammae masuk ke mulut bayi. Pastikan bayi mengisap dengan benar dan biarkan bayi bersandar ke arah ibu. Jaga agar posisi kepala tidak menggantung, karena kondisi ini akan menyebabkan bayi sulit menyusu dengan benar. Saat mengisap akan sering terlepas karena tidak ada tahanan pada kepala. Mulut bayi tidak tertekan payudara ibu.
6. Pertahankan posisi bayi yang tepat dan nyaman sehingga memungkinkan bayi dapat mengisap dengan benar. ASI keluar dengan lancar dan puting susu ibu tidak lecet. Bila posisi tidak benar dan puting susu ibu lecet akan menjadi pintu masuk kuman.
7. Susui bayi selama ia mau dan berikan ASI secara bergantian pada kedua payudara untuk mempertahankan produksi ASI tetap seimbang pada kedua payudara.
8. Setelah bayi selesai menyusu, sebaiknya puting susu dan sekitarnya dibasahi oleh ASI dan biarkan kering sendiri.
9. Setelah menyusui, bila bayi tidak tidur, sendawakan bayi dengan dengan meletakkan bayi telungkup lalu punggungnya ditepuk-tepuk secara perlahan atau bayi ditidurkan telungkup di pangkuan dan tepuklah punggung bayi.
10. Bila menghadapi masalah, segeralah hubungi petugas kesehatan yang memahami tata laksana ASI.

I. Teknik Menyusui
Secara ringkas, teknik menyusui adalah seperti berikut ini (Suradi R, Tobing HKR, 2004):
1. Memegang payudara ibu jari di atas, empat jari di bawah.
2. Tubuh bayi menghadap ibu.
3. Telinga dan lengan segaris.
4. Dagu bayi menempel payudara.
5. Areola masuk mulut bayi.
6. Melepas isapan dengan menekan dagu atau menggunakan jari kelingking ibu.
7. Menyendawakan bayi di pundak atau paha ibu.
8. Menggunakan dua payudara bergantian.
9. Menyusui tanpa jadwal.

J. Tips Agar ASI Lancar
Berikut ini sembilan tips dari Tabloid Mingguan Nakita (15-21 Juni 2009) yang perlu dilakukan ibu demi mendukung produksi ASI:
1. Carilah informasi tentang keunggulan ASI eksklusif saat ibu sedang hamil untuk menimbulkan motivasi menyusui.
2. Saat persalinan tiba, pilihlah rumah sakit yang melaksanakan kebijakan rawat gabung sehingga ibu dapat memberi ASI on demand (saat dibutuhkan).
3. Siapkanlah diri secara fisik dan mental untuk menyusui. Hal ini akan membuat hormon oksitosin bekerja memproduksi ASI.
4. Dukungan suami sangat diperlukan. Jangan takut ditinggal suami karena payudara menjadi jelek. Menyusui tidak mengubah bentuk payudara Anda.
5. Belajarlah cara dan posisi menyusui yang benar.
6. Janganlah memberi makanan/minuman apapun selain ASI pada bayi yang baru lahir.
7. Carilah suasana yang tenang dan bersikaplah rileks saat menyusui.
8. Hindarilah stres.
9. Konsumsilah makanan bergizi, buah-buahan, dan rajinlah minum air putih setidaknya 8-10 gelas per hari.

K. Mengapa Susu Formula?
Beberapa alasan yang mendasari pemberian susu formula kepada bayi menurut Dini Dachlia (1996) adalah sebagai berikut:
1. ASI belum keluar, sebagai sambilan ketika ASI belum banyak atau karena merasa ASI kurang.
2. Puting payudara masuk sehingga ASI sulit keluar.
3. Mencoba-coba agar terbiasa ketika anak ditinggal kerja.
4. ASI terasa kurang akibat mengonsumsi obat perangsang haid.

L. Fakta Seputar ASI, Prolaktin, dan Oksitosin
Menurut Nelson (1996) dan Mexitalia M (2004), ada beberapa fakta seputar ASI, prolaktin, dan oksitosin yang perlu diketahui:
1. Mulainya lagi menstruasi seharusnya tidak menghalangi kelanjutan menyusui.
2. Tinja bayi yang minum ASI memiliki pH yang lebih rendah daripada tinja bayi peminum susu sapi.
3. Kadar vitamin K yang rendah pada ASI dapat menyebabkan penyakit perdarahan pada neonatus (bayi baru lahir), sehingga pemberian 1 mg vitamin K1 secara parenteral pada saat lahir dianjurkan untuk semua bayi, terutama bayi yang akan diberi ASI.
4. Penyakit hemolitik bayi baru lahir (erythroblastosis fetalis) bukan kontraindikasi pemberian ASI.
5. Jika ibu yang sedang menyusui menderita hepatitis B, bayi harus mendapat protokol imunisasi yang dipercepat dengajn dosis pada saat lahir, 1 bulan, dan 2 bulan.
6. Ada dua hormon yang bekerja pada proses menyusui, yaitu: prolaktin dan oksitosin.
7. Beberapa hal yang perlu diketahui tentang prolaktin:
1. Prolaktin lebih banyak diproduksi pada malam hari, sehingga menyusui pada malam hari sangatlah penting untuk mempertahankan laktasi.
2. Prolaktin membuat ibu rileks bahkan terkadang mengantuk, sehingga ibu tetap dapat beristirahat meskipun menyusui malam hari.
3. Hormon yang berkaitan dengan prolaktin dapat menekan pematangan sel telur, maka menyusui dapat membantu menunda kehamilan.
8. Beberapa tanda dan perasaan bahwa refleks oksitosin berjalan adalah:
1. Ibu merasa ada perasaan memeras dan menggelitik di dalam payudara sesaat, sebelum, dan sesudah menyusui.
2. ASI mengalir dari payudara saat ibu memikirkan bayinya atau mendengar tangisan bayi.
3. ASI menetes pada payudara sebelahnya saat bayinya mengisap/menetek.
4. ASI memancar halus saat bayi menghentikan menetek di tengah menyusui.
5. Nyeri karena kontraksi rahim, terkadang dengan aliran darah saat menyusui dalam minggu pertama.
6. Isapan serta menelan yang pelan dan dalam oleh bayi, menunjukkan bahwa ASI mengalir ke dalam mulutnya.

M. Mitos Seputar ASI
Inilah beberapa mitos seputar ASI dan ibu menyusui yang sangat menyesatkan dan merugikan masyarakat (Rosita S, 2008 dan Suradi R, Tobing HKR, 2004):
1. Selama menyusui harus keramas tiap pagi biar darah putih tidak naik ke kepala dan menyebabkan kebutaan.
2. Menyusui membuat payudara kendur dan tidak bagus lagi.
3. ASI bisa basi dan harus dibuang.
4. Setelah keluar rumah, ASI harus dibuang dulu agar bayi tidak gumoh.
5. Ibu menyusui tidak boleh makan makanan yang pedas dan amis.
6. Setelah ke kamar mandi harus membuang ASI pertama dan minum air hangat.
7. Ibu menyusui tidak boleh minum es dan air panas.
8. ASI yang putih kental, seperti santan, lebih bagus dari ASI yang encer.
9. ASI bisa merusak kulit bayi.
10. Tidak boleh menyusui saat Maghrib.
11. ASI tidak boleh mengenai alat kelamin bayi pria.
12. ASI yang tidak terminum menyebabkan kanker.
13. ASI membuat anak obesitas.
14. Makan ayam arak akan membuat ASI lancar dan bayi cepat gemuk.
15. ASI hari pertama harus dibuang.
16. Bayi yang hanya minum ASI butuh asupan vitamin D.
17. Sebelum menyusui puting harus dibersihkan terlebih dahulu.
18. Dengan memompa atau memerah ASI seorang ibu bisa tahu seberapa banyak produksi ASI-nya.
19. ASI tidak cukup mengandung zat besi untuk kebutuhan bayi.
20. Menyusui membuat ibu repot dan tidak bisa beraktivitas.
21. Tidak ada cara untuk mengetahui seberapa banyak bayi menyusu pada ibunya.
22. Kecanggihan teknologi memungkinkan kandungan susu formula hampir sama dengan kandungan ASI.
23. Seorang ibu perokok sebaiknya tidak menyusui bayinya.
24. Ukuran payudara yang kecil sehingga tidak mungkin menyusui.
25. Menyusui membuat ibu menjadi gemuk.
26. Menyusui menyebabkan diare.
27. Pada masyarakat To Bunggu, Sulawesi Selatan, makanan tambahan (selain ASI) diberikan sebagai penenang agar bayi tidak selalu menangis.
28. Di pulau Lombok, penduduknya percaya bahwa ASI tidak cukup membuat bayi cepat besar dan kuat, sehingga diberi makanan tambahan pada usia bayi sangat dini. Di usia tiga hari kelahirannya, si Bayi sudah diberi nasi pakpak, yaitu nasi yang sudah dikunyah sang Ibu hingga lembut, lalu isuapkan pada bayi.

N. Sepuluh Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui
Pentingnya pemberian ASI eksklusif telah dituangkan di dalam Instruksi Presiden No. 14 tahun 1974 tentang perbaikan menu makanan rakyat dan Kepmenkes No. 450/MENKES/SK/IV/2004 tentang pemberian air susu ibu (ASI) secara eksklusif pada bayi di Indonesia. Peraturan terbaru ini disertai dengan ”Sepuluh Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui (LMKM)” yang meliputi:
1. Sarana Pelayanan Kesehatan (SPK) mempunyai kebijakan peningkatan pemberian air susu ibu (PP-ASI) tertulis yang secara rutin dikomunikasikan kepada semua petugas.
2. Melakukan pelatihan bagi petugas dalam hal pengetahuan dalam hal keterampilan untuk menerapkan kebijakan tersebut.
3. Menjelaskan kepada semua ibu hamil tentang manfaat menyusui dan penatalaksanaannya dimulai sejak masa kehamilan, masa bayi lahir sampai umur 2 tahun, termasuk cara mengatasi kesulitan menyusui.
4. Membantu ibu mulai menyusui bayinya dalam 30 menit setelah melahirkan, yang dilakukan di ruang bersalin. Apabila ibu mendapat operasi Caesar, bayi disusui setelah 30 menit ibu sadar.
5. Membantu ibu bagaimana cara menyusui yang benar dan cara mempertahankan menyusui meski ibu dipisah dari bayi atas indikasi medis.
6. Tidak memberikan makanan atau minuman apapun selain ASI kepada bayi baru lahir.
7. Melaksanakan rawat gabung dengan mengupayakan ibu bersama bayi 24 jam sehari.
8. Membantu ibu menyusui semau bayi semau ibu tanpa pembatasan terhadap lama dan frekuensi menyusui.
9. Tidak memberikan dot atau kempeng kepada bayi yang diberi ASI.
10. Mengupayakan terbentuknya Kelompok Pendukung ASI (KP-ASI) dan rujuk ibu kepada kelompok tersebut ketika pulang dari Rumah Sakit/Rumah Bersalin/Sarana Pelayanan Kesehatan.

O. Panduan Menyusui untuk Ibu Bekerja
Menurut Mexitalia M (2004), ibu yang bekerja dan tetap menyusui anaknya setelah bekerja memiliki beberapa keuntungan, yaitu: meningkatkan produktivitas kerja, menurunkan angka absensi antara lain karena anak sakit, dan menurunkan ketegangan ibu. Untuk mengatasi masalah yang mungkin timbul saat ibu bekerja, pedoman berikut ini dapat dipakai.

* Sebelum melahirkan
Komunikasikan rencana untuk menyusui setelah melahirkan dengan atasan atau pemilik perusahaan tentang:
1. Lama cuti melahirkan.
2. Diskusikan saat istirahat makan siang atau waktu lain untuk memeras ASI, tempat yang memadai untuk memeras ASI sekaligus meyimpannya.
3. Kemungkinan untuk bekerja sebagai tenaga penuh, paruh waktu, atau dimungkinkan tetap bekerja di rumah.
4. Pelajarilah aturan tentang menyusui pada ibu bekerja.

* Saat cuti melahirkan
1. Pertahankan kelangsungan menyusui dengan menyusui eksklusif selama mungkin.
2. Hindari menggunakan dot atau botol samapai menyusui menjadi mantap, umumnya 3-4 minggu pertama.
3. Mempelajari cara pemberian ASI yang diperas dengan gelas/sendok (lebih dianjurkan) atau dengan botol saat bayi berusia 4 minggu.
4. Pastikan ada tempat penitipan bayi di (dekat/sekitar) tempat bekerja atau ada pengasuh untuk bayi apabila bayi ditinggal di rumah.
5. Melatih cara mengeluarkan ASI dengan diperas atau dipompa.
6. Memilih baju kerja yang memungkinkan memeras ASI dengan nyaman.

* Saat kembali bekerja
1. Kurangi kecemasan dan hindari kelelahan bekerja dengan istirahat yang cukup.
2. Pastikan perlengkapan untuk memeras/memompa ASI serta almari es dan kotak pendingin ada di tempat kerja.
3. Bawalah foto bayi Anda ke tempat kerja.
4. Susuilah bayi sesaat sebelum berangkat bekerja dan sesegera mungkin setelah pulang dari tempat kerja.
5. Ingatkan pengasuh bayi untuk tidak memberikan susu dengan botol mendekati ibu pulang dari kerja.
6. Keluarkanlah ASI setidaknya setiap 3 jam untuk menghindari engorgement (pembengkakan/mbangkaki – Jw.).
7. Pakailah baju yang nyaman sehingga mudah untuk menyusui/memeras ASI.
8. Susuilah bayi lebih sering pada malam hari dan pada akhir minggu.
9. Berkonsultasilah segera pada dokter/petugas kesehatan jika timbul masalah.

P. Cara Memeras ASI dengan Tangan dan Tempat Penyimpanan ASI
Cara Memeras ASI dengan Tangan
Berikut ini cara memeras ASI sesuai standar WHO/UNICEF (1993):
1. Cucilah tangan sampai bersih, duduk/berdiri dengan nyaman dan pegang cangkir/mangkuk bersih dekat ke payudara. Letakkan ibu jari di atas puting dan areola dan jari telunjuk di bagian bawah puting dan areola berlawanan dengan ibu jari dan jari lain menopang payudara.
2. Tekanlah ibu jari dan jari telunjuk sedikit ke arah dada, jangan terlalu kuat agar tidak menyumbat aliran susu, lalu tekanlah sampai teraba sinus laktiferus, yakni tempat penampungan ASI di bawah areola.
3. Tekan dan lepas, tekan dan lepas. Kalau terasa sakit berarti tehniknya salah. ASI akan mengalir terutama bila refleks oksitosinnya aktif.
4. Tekanlah dengan cara yang sama disisi sampingnya untuk memastikan memerasnya dari semua segmen payudara.
5. Hindarilah mengelus jari pada kulit payudara, namun sebaiknya seperti menggelinding.
6. Hindari memencet puting karena hal ini sama dengan jika bayi mengisap pada puting.
7. Peraslah ASI selama 3-5 menit sampai ASI berkurang pada satu payudara, lalu berpindahlah ke payudara sisi satunya, demikian terus sampai kosong.
8. Memeras ASI memerlukan waktu 20-30 menit. Usahakan tidak terlalu cepat dari waktu yang ditentukan itu.

Tempat Penyimpanan ASI
Temperatur ruangan Kolostrum (17-32 ºC) : 12 jam
ASI (19-25 ºC) : 4-8 jam
Almari es ASI (0-4 ºC) : 1-8 hari
Freezer Freezer bagian dari lemari es (beku) : 2 minggu
Freezer terpisah, tertutup (beku) : 3-4 bulan
Peti khusus freezer (-19 ºC) : 6 bulan
(Sumber: Mexitalia M, 2004)

Q. Tanda Bayi Siap Mendapatkan Makanan Padat
Berikut ini tanda bayi siap mendapatkan makanan padat (Mexitalia M, 2004):
1. Saat didudukkan mampu menyangga kepala.
2. Gerakan ekstrusi hilang (saat bayi diberi makanan di lidahnya, bayi tidak akan menjulurkan lidahnya untuk mengeluarkan lidahnya itu).
3. Bayi mampu mengunyah.
4. Mampu untuk mengambil makanan dengan tangan dan memasukkan ke dalam mulut.
5. Keinginan untuk menyusu lebih lama atau sering yang tidak diakibatkan karena bayi sakit atau ada perubahan kebiasaan bayi.


PENUTUP

Memperhatikan manfaat yang bisa diperoleh dari pemberian ASI eksklusif, diharapkan artikel ini bisa membuka cakrawala, menyibak tirai pengetahuan masyarakat, terutama kaum ibu hamil, di dalam mendidik dan memelihara anaknya.

Semoga semua yang tertulis di dalam artikel ini dapat dimanfaatkan secara optimal dan maksimal oleh semua pihak sehingga melalui ASI eksklusif lahirlah generasi-generasi penerus bangsa yang beriman, cerdas, dan sehat secara mental, emosional, sosial, budaya, dan spiritual.

Akhir kata, penulis kutip mutiara ASI eksklusif sebagai penutup artikel ini:
“Breastfeeding is important for the healthy growth and development of all babies. Scientist confirm what mothers have always known: breastfeeding is more than just feeding and breastmilk is more than just a food.” (Dr. Georg Petersen)
“Imunisasi bayi ibu setiap hari dengan memberinya ASI eksklusif.” (International Lactation Consultant Association)

“Pengertian dan dukungan Ayah dalam upaya pemberian ASI eksklusif adalah suatu investasi yang berharga.” (Dr. William Sears)

“Untuknya adalah yang terbaik. Tiada yang dapat menandinginya. Air susu ibu adalah mata air kehidupan baginya dan sentuhan Ayah adalah kekuatannya.” (Dr. Utami Roesli, SpA., MBA., CIMI.)

DAFTAR PUSTAKA

1. Alkatiri S. Kajian Imunoglobulin di Dalam ASI pada Berbagai Status Gizi Ibu Menyusui dan Tingkat Kesehatan Bayi yang Disusui. Airlangga University Press. Surabaya. 1996;21-24.
2. Anonim. Tips Agar ASI Lancar. Tabloid Mingguan Nakita No. 533/TH XI/15-21 Juni 2009. Hlm 23.
3. Dachlia D. Alasan yang Mendasari Ibu Memberikan Susu Formula sebagai Pengganti ASI Sebelum Bayi Berusia 4 Bulan.
4. Mexitalia M. Exclusive Breastfeeding and The Right Time of Weaning. Nestle Nutrition Update. Makasar. 12-14 Maret 2004.
5. Nelson WE, Behrman RE, Kliegman R, Arvin AM (Ed). Nelson Textbook of Pediatrics. 15/E. W.B. Saunders Company. Philadelphia. 1996.
6. Notoatmodjo S. Kesehatan Masyarakat Ilmu & Seni. PT Rineka Cipta. Jakarta. 2007;243-245.
7. Purwanti HS. Konsep Penerapan ASI Eksklusif. EGC. Jakarta. 2004;25-28,56-61.
8. Roesli U. Mengenal ASI Eksklusif. Trubus Agriwidya. Jakarta. 2005;6-14.
9. Roesli U. Pedoman Pijat Bayi. 3rd Ed. Trubus Agriwidya. Jakarta. 2005.
10. Rosita S. ASI untuk Kecerdasan Bayi. Ayyana. Yogyakarta. 2008;9-22.
11. Suradi R, Tobing HKR (Ed.). Manajemen Laktasi. Cetakan Ke-2. Program Manajemen Laktasi Perkumpulan Perinatologi Indonesia. Jakarta. 2004.
12. WHO/UNICEF. Breastfeeding counseling a training course, participants’ manual. WHO. 1993.

Sumber foto: http://4.bp.blogspot.com/

http://netsains.com/2009/07/rahasia-di-balik-keajaiban-asi/

===================== ++++++++++++ =====================


Memerah ASI

Dari Asuh Indonesia

Untuk buah hati tercinta, seharusnya bekerja di luar rumah bukanlah halangan untuk memberikan yang terbaik untuknya, termasuk memberikan ASI eksklusif. Ibu tetap bisa memberikan ASI perah, yakni ASI yang diperas dari payudara, lalu diberikan pada bayi saat ibu bekerja di kantor.


Penting untuk Diperhatikan

ASI peras tak bisa menggantikan tindakan menyusui itu sendiri. Seperti diketahui, tindakan menyusui punya banyak pengaruh untuk pertumbuhan mental dan fisik bayi. Itu sebab, ASI peras hanya dianjurkan bagi bayi-bayi yang ibunya bekerja. Bila ibu tak bekerja atau si bayi bisa dibawa ke tempat di mana ibunya berada, harus diusahakan breast feeding atau menyusui langsung, bukan ASI peras[1]. Jadi, Bu, hanya bila situasi dan kondisinya tak memungkinkan untuk menyusui langsung, barulah si kecil boleh diberi ASI peras/perah. Ibaratnya, tak ada rotan, akar pun jadi. Bila sudah berada satu atap lagi dengan si kecil, hendaknya ASI peras yang masih ada jangan diberikan lagi, tapi bayi harus menyusu langsung pada ibu. Bukankah tindakan menyusui adalah rotan? Jadi, bila ada rotan, mengapa harus menggunakan akar?

Tak usah cemas si kecil akan kekurangan ASI berapapun jumlah ASI perah yang dikeluarkan. Memang, pada awalnya si kecil akan gelisah dengan jumlah yang mungkin lebih sedikit dari biasanya, tapi bayi akan cepat beradaptasi[1]. Maksimal pada hari keempat, bayi akan sudah terbiasa. Seberapa pun ASI yang ada, akan diminum. Kalau ditinggali 500 cc, akan diminum; begitu juga 300 cc, bahkan 200c. Namun ketika ibunya datang, ia akan minum habis-habisan. Jadi, bayi tak akan kekurangan ASI. Itu sudah dibuktikan.

Persiapan

Untuk memberi bayi ASI perahan, jauh-jauh hari sebelum masa cuti berakhir ibu memang harus menyiapkan diri sendiri dan bayi[2]. Apalagi jika si buah hati merupakan anak pertama. Beratnya meninggalkannya memang luar biasa. Apalagi siang hari tak bersamanya dan tak menyusuinya pasti berat. Di kantor, saat payudara bengkak karena produksi ASI tak disusu bayi, ingatan ibu pastilah pada buah hati di rumah.

Mempersiapkan diri sendiri menjadi penting. Pertama, adalah mempersiapkan mental untuk meninggalkan bayi dan memupuk rasa percaya bahwa ia akan baik-baik saja di rumah. Kedua, persiapan dengan mulai belajar memerah dua minggu sebelum cuti berakhir. Ketika bayi tidur dan payudara mulai terasa membengkak, segera perahlah payudara lalu simpan di kulkas. Esok siang, ASI perah tersebut bisa ibu berikan pada bayi.

Tetap memberi ASI selama ibu bekerja di kantor berarti ibu harus memupuk kerjasama dengan pengasuh[2]. Ini bukan hal mudah. Apalagi jika yang ibu percayai merawatnya adalah orangtua sendiri atau mertua. Kalau mereka tidak punya pemahaman yang sama tentang pemberian dan manfaat ASI eksklusif, ditambah pengalaman mereka dulu mungkin menyusui sambil dicampur susu atau makanan padat, akan sedikit menyulitkan. Tapi, jangan menyerah. Pelan-pelan jelaskan sama ibu atau ibu mertua tentang pentingnya ASI eksklusif, dan bahwa usus bayi belum siap mencerna makanan. Begitu juga jelaskan pada pengasuh, kerjasama orangtua dengan pengasuh di rumah ini juga menentukan keberhasilan menyusui secara eksklusif.

Sedangkan untuk mempersiapkan bayi, ibu harus memulai membiasakan bayi diberi ASI perahan dengan sendok, bukan botol susu, apabila bayi masih terlalu kecil. Memang di hari-hari pertama pemberian susu perah dengan sendok, bayi mungkin menolaknya. Ia bahkan bisa cemas dan gelisah. Namun, janganlah khawatir, 3 atau 4 hari setelahnya bayi akan terbiasa. Itu sebabnya, sebelum masa cuti berakhir bayi perlu dilatih disuapi susu dengan sendok. Jadi, tak perlu resah jika harus kembali bekerja, bukan?

Memerah ASI dengan Pompa

Adapun cara “menabung” ASI peras, yang paling baik dan efektif dengan menggunakan alat pompa ASI elektrik[1]. Hanya saja, harganya relatif mahal. Lagi pula, masih ada cara lain yang lebih terjangkau bila punya dana lebih, yaitu piston atau pompa berbentuk suntikan. Prinsip kerja alat ini memang seperti suntikan, hingga memiliki keunggulan, yaitu setiap jaringan pompa mudah sekali dibersihkan dan tekanannya bisa diatur.

Ironisnya, pompa-pompa yang ada di Indonesia jarang sekali berbentuk suntikan, lebih banyak berbentuk squeeze and bulb. Padahal, harga kedua pompa tersebut relatif sama. Namun bentuk squeeze and bulb tak pernah dianjurkan banyak ahli ASI. Soalnya, pompa seperti ini sulit dibersihkan bagian bulb-nya (bagian belakang yang bentuknya menyerupai bohlam) karena terbuat dari karet hingga tak bisa disterilisasi. Selain itu, tekanannya tak bisa diatur, hingga tak bisa sama/rata[1].

Memerah ASI dengan Tangan
Artikel utama: Marmet

Memerah ASI bukanlah hal yang sulit, bahkan tidak selalu membutuhkan alat khusus atau pompa ASI. Cukup dengan pijitan dua jari sendiri, ASI bisa keluar lancar! Memang membutuhkan waktu, yakni masing-masing payudara 15 menit.
Tentu saja ada yang lebih murah ketimbang pompa-pompa ASI tadi, yaitu memerah dengan jari. Cara back to nature ini amat sederhana dan tak perlu biaya. Namun agar hasil perahannya memuaskan, kita perlu mengenal sedikit anatomi payudara.

Payudara terdiri tiga komponen yang prinsipil, yaitu “pabrik” (di daerah dada berwarna putih), saluran, dan “gudang” (di daerah warna cokelat atau areola) ASI. Ketiganya seperti bejana berhubungan. “ASI diproduksi di ‘pabrik’nya yang berbentuk seperti kumpulan buah anggur. Setiap ‘pabrik’ ASI dilalui otot-otot. Bila otot-otot ini mengkerut, ia akan memompa ASI ke salurannya menuju ‘gudang’. Nah, agar pabrik memproduksi ASI lagi, syarat utamanya ASI di ‘gudang’ harus habis lebih dulu. Bila ‘gudang’ kosong, barulah ‘pabrik’ akan mengisinya kembali, begitu seterusnya.

Sebenarnya memerah ASI hampir sama dengan mengeluarkan pasta gigi. Bila kita hanya menekan ujung pasta gigi, tentu pastanya tak akan keluar. Jadi, kita harus menekan agak ke belakang. Bila tak keluar banyak, kemungkinan teknik ibu salah. Mungkin cara memerah susunya seperti melakukan massage payudara. Ini tak akan mengeluarkan ASI, karena yang ditekan pada massage payudara adalah ‘pabrik’ ASI bukan ‘gudang’nya. Kan, kita tak bisa langsung mengeluarkan ASI dari ‘pabrik’ tapi harus melalui ‘gudang’ dulu.” Jadi, bila tekniknya sudah benar, lama-kelamaan memerah ASI akan menjadi pekerjaan biasa. Waktu yang dibutuhkan pun tak sampai setengah jam, tapi susu yang terkumpul bisa mencapi 500 cc.

Jadi, pada prinsipnya kita harus bisa mengeluarkan ASI yang ada di “gudang”. Caranya, tempatkan tangan kita di salah satu payudara, tepatnya di tepi areola. Posisi ibu jari terletak berlawanan dengan jari telunjuk. Tekan tangan ke arah dada, lalu dengan lembut tekan ibu jari dan telunjuk bersamaan. Pertahankan agar jari tetap di tepi areola, jangan sampai menggeser ke puting. Ulangi secara teratur untuk memulai aliran susu. Putar perlahan jari di sekeliling payudara agar seluruh saluran susu dapat tertekan. Ulangi pada sisi payudara lain, dan jika diperlukan, pijat payudara di antara waktu-waktu pemerasan. Ulangi pada payudara pertama, kemudian lakukan lagi pada payudara kedua. Letakan cangkir bermulut lebar yang sudah disterilkan di bawah payudara yang diperas.

http://asuh.wikia.com/wiki/Memerah_ASI

===================== ++++++++++++ =====================

Tips Menyimpan ASI Perah untuk Ibu Bekerja
Dec 8, '09 2:19 AM
for everyone

Meskipun belum jadi ibu, penasaran juga bagaimana 'seharusnya' menjadi ibu. Apalagi sempat miris dengan teman (ibu bukerja) yang berhasil melahirkan dengan normal dan ingin memberikan ASI eksklusif untuk bayinya, tapi tidak tahu bagaimana cara memberikan ASI, apalagi memerah asih, duh!

Berikut ini tips yang diambil dari sini.

Sebagai seorang wanita karier, Vita memang sangat ingin sukses karier dan keluarganya. Karena itu, ia pun berusaha mengeksplorasi semua informasi soal bagaimana memberikan ASI eksklusif tanpa harus meninggalkan kariernya. Untuk itu, ia pun berusaha selalu memeras susunya setiap saat demi sang buah hati. Kendalanya, ia mesti harus banyak bekerja di luar kantor. Karena itu, ia pun kadang kesulitan jika harus memeras susu setiap saat. Tapi, meski merasa repot, dengan keinginan kuat memberikan yang terbaik, ia pun berhasil.
Ibu-ibu yang juga bekerja, barangkali mengalami kerepotan yang sama jika menjadi seperti Vita. Tapi dengan keyakinan dan kemauan kuat, memang semua bisa dilakukan. Untuk itu memang diperlukan niat yang menggebu dari seorang ibu demi buah hati. Lantas, sebenarnya, bagaimana sih proses memeras susu bagi bayi yang sesuai standar agar ibu bekerja tetap bisa memberikan ASI eksklusif?

Berikut ini adalah beberapa tahapan yang mungkin bisa dilakukan para ibu bekerja saat ingin menyusui sang buah hati. Meski sumbernya berlainan, pada intinya yang bisa dilakukan adalah ada pada tiga tahapan berikut, yakni memeras, menyimpan, dan menyajikan.

Memeras ASI

Yang pertama adalah siapkan cangkir atau mangkuk yang sangat bersih. Cuci dengan air sabun dan keringkan dengan tisu atau lap yang bersih. Lantas, hangatkan dengan air panas dalamnya. Jika sudah akan digunakan, buang segera air tersebut.
Sebelum memeras, jangan lupa cuci tangan dengan bersih. Lantas, jika sudah siap, letakkan cangkir di meja atau pegang, sedangkan satu tangan lain gunakan untuk menampung air susu ibu peras (ASI). Condongkan badan ke depan dan letakkan ibu jari di sekitar areola di atas puting dan jari telunjuk pada areola bawah puting.

Lakukan pijatan halus dengan ibu jari dan telunjuk ke dalam menuju dinding dada. Tekan ibu jari dan jari telunjuk sedikit ke arah dada, tetapi jangan terlalu kuat agar tidak menyumbat aliran susu. Lantas tekan sampai teraba pada sinus laktiferus yaitu tempat tampungan ASI di bawah areola.
Lakukan prosedur tekan dan lepas, tekan dan lepas. Kalau terasa sakit, berarti tekniknya salah. Apabila pada mulanya ASI tidak keluar, jangan berhenti, setelah beberapa kali maka ASI akan keluar. Tekan dengan cara sama di sisi sampingnya untuk memastikan memerasnya ASI dari semua segmen payudara.
Sebaiknya jangan memencet puting. Jangan menggerakkan jari sepanjang puting susu. Menekan atau menarik puting susu tidak dapat memeras ASI. Hal ini sama dengan yang terjadi bila bayi mengisap dari puting susu saja. Peras ASI selama 3-5 menit sampai ASI berkurang pada satu payudara, lalu pindah ke payudara satu lagi, demikian terus bergantian. Oh ya, memeras ASI perlu waktu sekitar 20-30 menit, dan usahakan jangan terlalu cepat dari waktu tersebut. ASI yang diperas harus dikeluarkan sebanyak mungkin. Walau sebenarnya satu cangkir (200 ml) sudah bisa untuk pemberian 2 kali @ 100 ml, tapi usahakan peras sebanyak mungkin.

Menyimpan

Simpanlah ASI dalam wadah atau botol steril. Ada baiknya jika botol yang digunakan dari kaca dan ditutup rapat. Jangan campur ASI yang diperas sekarang dengan ASI yang diperas sebelumnya. Untuk itu, berilah botol dengan label kapan ASI diperas (tanggal dan jam) dan berikan ASI yang diperas lebih dahulu pada sang anak.

Menurut beberapa sumber, ASI peras dapat dibiarkan dalam suhu kamar (kurang lebih 19-25o C) selama kurang lebih 6 – 8 jam. Sedangkan bila masih berupa kolostrum (susu awal atau susu yang pertama kali keluar pada 1-7 hari setelah kelahiran) bisa disimpan sampai 12 jam. Sedangkan jika ASI disimpan dalam lemari pendingin (suhu 4o C) bisa bertahan selama 24-48 jam dan jika ditaruh dalam lemari pembeku (suhu -4o C) biasanya dapat bertahan 2 mingguan lebih, sedangkan jika ditaruh dalam deep freezer (suhu -18o C), ASI bisa bertahan hingga empat bulanan. Namun, syaratnya, semua suhu di atas harus stabil. Untuk mempertahankan aktivitas antioksidan ASI, waktu penyimpanan harus dibatasi sampai 48 jam. ASI yang ditaruh di dalam lemari pendingin lebih baik daripada disimpan di dalam lemari pembeku.

Menyajikan

Untuk memberikan ASI beku untuk anak, pindahkan dulu ASI ke lemari pendingin agar mencair. Kemudian diambil seperlunya (sesuai dengan jumlah kebutuhan bayi sekali minum) untuk dihangatkan kalau mau diberi kepada bayi. ASI tidak boleh dimasak atau dipanaskan, hanya dihangatkan dengan merendam cangkir dalam air hangat. Apabila ASI yang telah dihangatkan tidak habis diminum oleh bayi, maka ASI tersebut harus dibuang.
Saat memberikan ASI pada anak, akan lebih baik jika menggunakan cangkir atau sendok, bukan dot. Hal ini dimaksudkan agar saat ibu menyusui langsung, bayi tidak menolak menyusu. Berikan ASI secara perlahan dan sabar agar bayi tidak tersedak hingga bayi mendapat ASI dalam jumlah yang mencukupi.
Jika memberikan ASI dalam cangkir, pastikan berikan dengan perlahan dan biarkan sang anak berusaha sendiri mengisap air susu itu. Berikan juga waktu istirahat sejenak saat bayi hendak minum, sehingga hal ini meminimalisir kemungkinan bayi tersedak.

Nah, bagaimana para ibu? Masih merasa sulit memberikan ASI eksklusif. Semua itu tergantung pada niat kita kok. Kalau masih merasa sulit, Prenagen menganjurkan agar dicoba saja dulu, jangan langsung mengatakan tidak. Jadi, coba dulu ya... dan jangan lupa, Say Yes to ASI!

http://mbakje.multiply.com/journal/item/234/Tips_Menyimpan_ASI_Perah_untuk_Ibu_Bekerja

===================== ++++++++++++ =====================

Tuesday, May 12, 2009
Ibu Bekerja - ASI EKSKLUSIF 6 bulan - siapa takut !

Beberapa hari mendatang, cuti hamilku dah kelar, dan aku akan kembali masuk kerja. Kondisi ini tentu bikin aku sedih, harus meninggalkan bayiku yang baru berusia 3 bulan kurang. Alhamdulillah...di tempat aku bekerja, diberikan kemudahan bagi ibu menyusui, dapat keringanan pulang lebih awal sekitar pukul 12.00 hingga usia anak 8 bulan...Rencana ke depan, aku akan kasih ASI eksklusif buat Faiz, bayiku. Rasa was-was sempat terlintas, apa bisa ibu bekerja alias ibu karier tetap sukses memberikan ASI eksklusif? Dan dengan bismillah,...kutekadkan, ...insyaallah AKU BISA...karena ASI adalah hadiah terbaikku untuk anakku :)

Di tempat aku bekerja, yang notabene pemberi layanan kesehatan, masih sangat jarang yang mau memberikan ASI eksklusif 6 bulan bagi anaknya. Sangat disayangkan, padahal ASI eksklusif adalah hadiah terbaik seorang ibu untuk anaknya, yang akan memberikan berbagai manfaat yang besar di kemudian hari. Apa sih kendalanya???? Banyak orang yang sebenarnya tahu akan penting dan manfaat ASI, tapi kadang susah untuk memberikan ASI eksklusif 6 bulan buat anaknya, terutama pada ibu bekerja. Memang, masalah ibu bekerja kadang jadi alasan tidak memberikan ASI eksklusif pada sang buah hati. Padahal, ada banyak hal dan cara sehingga seorang ibu, meski bekerja sangat sibuk sekalipun, tetap bisa memberikan yang terbaik bagi bayinya. Kendala utama malasnya ibu karier memberikan ASI eksklusif sebenarnya hanyalah pada masalah kemauan dan pengetahuan. Kalau tahu caranya, gampang kok...

Bagaimana sih caranya?....ASI itu bisa disimpan. Jadi, meski harus bekerja, seorang ibu tetap bisa memberikan ASI eksklusif pada buah hatinya. Dengan memerah susu, ASI bisa ditempatkan pada wadah-wadah khusus yang sudah disterilkan, dan disimpan dalam lemari pendingin. ASI yang disimpan dapat diberikan ketika bunda sedang di tempat kerja, sedangkan saat di rumah,baik siang atau malam hari, kita maksimalkan menyusui langsung pada buah hati kita :) Jika sudah berada di tempat kerja, jangan lupa perah ASI di setiap 3-4 jam sekali secara teratur agar produksi ASI tetap terjaga.
Berikut ringkasan cara sukses menyusui pada ibu bekerja dengan ASI peras (ASIP) :

1. Memeras ASI
• Siapkan cangkir yang bersih, bisa disterilkan dengan direndam dalam air mendidih/pake alat sterilisasi botol yang sudah banyak dijual, atau dengan cara sederhana : cuci cangkir dengan air sabun dan keringkan dengan tisu atau lap yang bersih. Lantas, hangatkan dengan air panas dalamnya.
• Cuci tangan dengan bersih. Pegangi cangkir dengan satu tangan untuk menampung air susu ibu peras (ASIP), sedangkan satu tangan lain digunakan untuk memeras ASI.
• Condongkan badan ke depan dan letakkan ibu jari di sekitar areola di atas puting dan jari telunjuk pada areola bawah puting. Jangan memencet puting, akan bikin sakit atau lecet.
• Lakukan pijatan halus dengan ibu jari dan telunjuk ke dalam menuju dinding dada. Tekan ibu jari dan jari telunjuk sedikit ke arah dada, tetapi jangan terlalu kuat agar tidak menyumbat aliran susu. Lantas tekan sampai teraba pada tempat tampungan ASI di bawah areola. Lakukan prosedur tekan dan lepas, tekan dan lepas. Kalau terasa sakit, berarti tekniknya salah. Apabila pada mulanya ASI tidak keluar, jangan berhenti, setelah beberapa kali maka ASI akan keluar.
• Peras ASI selama 3-5 menit sampai ASI berkurang pada satu payudara, lalu pindah ke payudara satu lagi, demikian terus bergantian, sehingga saat kita memerah pada satu sisi, ASI pd payudara sisi lainnya akan mengisi. Memeras ASI perlu waktu sekitar 20-30 menit

2. Menyimpan ASI peras
• Simpanlah ASI dalam wadah atau botol steril. Ada baiknya jika botol yang digunakan dari kaca dan ditutup rapat. Jangan campur ASI yang diperas sekarang dengan ASI yang diperas sebelumnya. Untuk itu, berilah botol dengan label kapan ASI diperas (tanggal dan jam) dan berikan ASI yang diperas lebih dahulu pada sang anak.
• Ketahanan ASI peras dalam penyimpanan dengan syarat, semua suhu penyimpanan harus stabil :
- suhu kamar (suhu 19-25 0C) bertahan 6–8 jam
- lemari pendingin (suhu 4 oC) bertahan 24-48 jam
- lemari pembeku (suhu -4 oC) bertahan 2 mingguan lebih
- deep freezer (suhu -18 oC), bertahan empat bulanan.
• Untuk mempertahankan aktivitas antioksidan ASI, waktu penyimpanan harus dibatasi sampai 48 jam. ASI yang ditaruh di dalam lemari pendingin lebih baik daripada disimpan di dalam lemari pembeku.

3. Menyajikan ASI peras
• Untuk memberikan ASI beku untuk anak, pindahkan dulu ASI ke lemari pendingin agar mencair. Kemudian diambil seperlunya (sesuai dengan jumlah kebutuhan bayi sekali minum) untuk dihangatkan kalau mau diberi kepada bayi. ASI tidak boleh dimasak atau dipanaskan, hanya dihangatkan dengan merendam cangkir dalam air hangat atau bisa menggunakan 'warmer bottle' yang banyak dijual. Apabila ASI yang telah dihangatkan tidak habis diminum oleh bayi, maka ASI tersebut harus dibuang.
• Saat memberikan ASI pada anak, akan lebih baik jika menggunakan cangkir atau sendok, bukan dot. Hal ini dimaksudkan agar saat ibu menyusui langsung, bayi tidak menolak menyusu. Jika memberikan ASI dalam cangkir, pastikan berikan dengan perlahan dan biarkan sang anak berusaha sendiri mengisap air susu itu.

Oke dah tahu caranya, gimana makin yakin buat memberikan ASI eksklusif ? Tentu saja iya,... modal kita adalah keyakinan dan kemauan yang keras, jangan pantang menyerah ya, ASI adalah hadiah terbaik kita buat buah hati kita....:)

http://istianarahmat.blogspot.com/2009/05/ibu-bekerja-asi-eksklusif-6-bulan-siapa.html

===================== ++++++++++++ =====================
Kiat Menyusui ASI Peras

Sebagai seorang wanita karier, Vita memang sangat ingin sukses karier dan keluarganya. Karena itu, ia pun berusaha mengeksplorasi semua informasi soal bagaimana memberikan ASI eksklusif tanpa harus meninggalkan kariernya. Untuk itu, ia pun berusaha selalu memeras susunya setiap saat demi sang buah hati. Kendalanya, ia mesti harus banyak bekerja di luar kantor. Karena itu, ia pun kadang kesulitan jika harus memeras susu setiap saat. Tapi, meski merasa repot, dengan keinginan kuat memberikan yang terbaik, ia pun berhasil.

Ibu-ibu yang juga bekerja, barangkali mengalami kerepotan yang sama jika menjadi seperti Vita. Tapi dengan keyakinan dan kemauan kuat, memang semua bisa dilakukan. Untuk itu memang diperlukan niat yang menggebu dari seorang ibu demi buah hati. Lantas, sebenarnya, bagaimana sih proses memeras susu bagi bayi yang sesuai standar agar ibu bekerja tetap bisa memberikan ASI eksklusif?

Berikut ini adalah beberapa tahapan yang mungkin bisa dilakukan para ibu bekerja saat ingin menyusui sang buah hati. Meski sumbernya berlainan, pada intinya yang bisa dilakukan adalah ada pada tiga tahapan berikut, yakni memeras, menyimpan, dan menyajikan.

Memeras ASI

Yang pertama adalah siapkan cangkir atau mangkuk yang sangat bersih. Cuci dengan air sabun dan keringkan dengan tisu atau lap yang bersih. Lantas, hangatkan dengan air panas dalamnya. Jika sudah akan digunakan, buang segera air tersebut.

Sebelum memeras, jangan lupa cuci tangan dengan bersih. Lantas, jika sudah siap, letakkan cangkir di meja atau pegang, sedangkan satu tangan lain gunakan untuk menampung air susu ibu peras (ASIP). Condongkan badan ke depan dan letakkan ibu jari di sekitar areola di atas puting dan jari telunjuk pada areola bawah puting.

Lakukan pijatan halus dengan ibu jari dan telunjuk ke dalam menuju dinding dada. Tekan ibu jari dan jari telunjuk sedikit ke arah dada, tetapi jangan terlalu kuat agar tidak menyumbat aliran susu. Lantas tekan sampai teraba pada tempat tampungan ASI di bawah areola.

Lakukan prosedur tekan dan lepas, tekan dan lepas. Kalau terasa sakit, berarti tekniknya salah. Apabila pada mulanya ASI tidak keluar, jangan berhenti, setelah beberapa kali maka ASI akan keluar. Tekan dengan cara sama di sisi sampingnya untuk memastikan memerasnya ASI dari semua segmen payudara.

Sebaiknya jangan memencet puting. Jangan menggerakkan jari sepanjang puting susu. Hal ini sama dengan yang terjadi bila bayi mengisap dari puting susu saja.

Peras ASI selama 3-5 menit sampai ASI berkurang pada satu payudara, lalu pindah ke payudara satu lagi, demikian terus bergantian. Oh ya, memeras ASI perlu waktu sekitar 20-30 menit, dan usahakan jangan terlalu cepat dari waktu tersebut.

ASI yang diperas harus dikeluarkan sebanyak mungkin. Walau sebenarnya satu cangkir (200 ml) sudah bisa untuk pemberian 2 kali @ 100 ml, tapi usahakan peras sebanyak mungkin.

Menyimpan

Simpanlah ASI dalam wadah atau botol steril. Ada baiknya jika botol yang digunakan dari kaca dan ditutup rapat. Jangan campur ASI yang diperas sekarang dengan ASI yang diperas sebelumnya. Untuk itu, berilah botol dengan label kapan ASI diperas (tanggal dan jam) dan berikan ASI yang diperas lebih dahulu pada sang anak.

Menurut beberapa sumber, ASI peras dapat dibiarkan dalam suhu kamar (kurang lebih 19-25o C) selama kurang lebih 6 – 8 jam. Sedangkan bila masih berupa kolostrum (susu awal atau susu yang pertama kali keluar pada 1-7 hari setelah kelahiran) bisa disimpan sampai 12 jam. Sedangkan jika ASI disimpan dalam lemari pendingin (suhu 4o C) bisa bertahan selama 24-48 jam dan jika ditaruh dalam lemari pembeku (suhu -4o C) biasanya dapat bertahan 2 mingguan lebih, sedangkan jika ditaruh dalam deep freezer (suhu -18o C), ASI bisa bertahan hingga empat bulanan. Namun, syaratnya, semua suhu di atas harus stabil.

Untuk mempertahankan aktivitas antioksidan ASI, waktu penyimpanan harus dibatasi sampai 48 jam. ASI yang ditaruh di dalam lemari pendingin lebih baik daripada disimpan di dalam lemari pembeku.

Nah, bagaimana para ibu? Masih merasa sulit memberikan ASI eksklusif. Semua itu tergantung pada niat kita kok. Kalau masih merasa sulit, Prenagen menganjurkan agar dicoba saja dulu, jangan langsung mengatakan tidak. Dan, jangan lupa, jika ibu berada di rumah pada malam hari, maksimalkan waktu itu untuk memberikan ASI pada buah hati. Jadi, coba dulu ya dan selalu katakan “Say yes to ASI... “
URL Source: http://www.sayyestoasi.com/mama-tips/4-6-bulan/july-2008/kiat-menyusui-asi-peras.aspx
http://www.sayyestoasi.com/print.aspx?PrintID=1565

===================== ++++++++++++ =====================


ASI dan Ibu Bekerja
Yunita R. Rovroy
06-05-2009

Jika diberi informasi dan bimbingan lebih baik, maka ibu akan memberi bayinya lebih sering dan lebih lama Air Susu Ibu atau ASI. Demikian hasil penelitian majalah kedokteran Belanda, Nederlands Tijdschrift voor Geneeskunde.

Setelah melahirkan, 78 persen perempuan Belanda memberi bayi mereka ASI. Dibandingkan dengan negara-negara lain, persentase ini relatif rendah.
75 dari 78 persen itu kemudian berhenti memberikan ASI sebelum bayi berusia empat bulan.

Padahal pemberian air susu ibu membawa dampak bagus bagi anak maupun ibu. Si anak lebih baik dilindungi dari infeksi, penyakit alergi, obesitas dan diabetes.

ASI juga bisa mempererat hubungan antara ibu dan anak.
Tapi kalau demikian, mengapa kebanyakan ibu berhenti pemberian ASI sebelum atau setelah anaknya berusia empat bulan?

Alasan utama adalah kecemasan terhadap pertumbuhan bayi dan masalah yang dialami semasa pemberian ASI, misalnya payudara terasa sakit.
Kurniawaty, ibu seorang anak berusia 11 bulan, memberi anaknya ASI selama kurang lebih tiga bulan. Dan pemberian ASI itu dimulai sejak bayinya lahir. Mengapa ia kemudian memutuskan berhenti?
“Anak saya menyusu hanya sebentar saja. Saya takut asupan ASI tidak cukup. Lalu saya memutuskan untuk memberi anak saya susu formula saja.”

Supply and Demand
Tapi menurut Mia Sutanto dari Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia AIMI, si ibu sebenarnya tidak perlu khawatir ASInya tidak cukup.
“ASI itu produksinya berdasarkan prinsip supply and demand. Itu satu. Jadi semakin sering disusui, semakin sering ASI dikeluarkan dari payudara, semakin sering payudara dikosongkan, produksi ASI justru akan semakin banyak.”

Tapi, demikian Mia, kelancaran air susu ibu juga sangat ditentukan oleh kondisi mental sang ibu.
“Seandainya ibunya sudah merasa khawatir, ragu, cemas, takut bahwa ASInya sedikit dan tidak bisa mencukupi kebutuhan bayinya, otomatis ASI pasti akan sedikit.”

Tapi sebaliknya, seandainya si ibu merasa percaya diri, tenang, nyaman dan bahagia menyusui bayinya dan percaya diri bahwa ASInya pasti cukup untuk bayinya, otomatis pasti cukup, kata Mia Sutanto.
Selain kekhawatiran ASI tidak cukup, bagi Kurniawaty kendala utama lain adalah kembali bekerja di luar rumah. Baginya tidak mungkin melanjutkan pemberian ASI karena sulit memerah ASI di tempat kerja.

“Saya bekerja di toko penjual pakaian. Di sana waktu beristirahat berbeda-beda jamnya. Kalau lagi butuh orang, karena pelanggannya banyak misalnya, saya diminta membantu teman sekerja saya. Saya misalnya harus mengambil sepatu atau pakaian. Jadi hampir tak mungkin menikmati waktu istirahat setengah jam penuh.”

Lain halnya dengan Sunarsih. Ia tetap melanjutkan pemberian ASI setelah kembali bekerja. Alasannya: tempat kerjanya tidak jauh dari rumah.
“Saya sebagai pekerja swasta, jadi waktu menyusui itu saya bisa memerah ASI dulu dan susunya bisa disimpan di kulkas. Kalau sudah waktunya untuk menyusui, saya kembali lagi ke rumah.”

ASI yang disimpan di kulkas bisa bertahan sampai dengan lima hari. Tapi kalau disimpan di dalam freezer itu bisa tahan lebih lama lagi, kata Mia Sutanto.

“Seandainya disimpan di dalam freezer yang satu pintu dengan kulkas, itu bisa tahan dua sampai tiga minggu. Kalau disimpan di freezer yang pintunya dua, jadi terpisah dari kulkas, bisa tahan empat sampai lima bulan. Tapi seandainya disimpan dalam freezer khusus untuk daging dan sebagainya, itu bisa tahan enam bulan sampai satu tahun.”

Pentingnya ASI
Organisasi Kesehatan Dunia WHO memang menganjurkan bayi hanya diberikan ASI saja sampai berusia enam bulan. Kemudian setelah enam bulan bayi mulai diberikan makanan pendamping ASI atau solid.

Pemberian ASI kemudian diteruskan sampai si bayi berusia dua tahun atau lebih.

Lalu apa pentingnya pemberian ASI eksklusif?
“Dunia kedokteran menemukan, setelah dilakukan beberapa research, bahwa memang kondisi optimal pencernaan bayi untuk bisa menerima makanan atau asupan lain selain ASI adalah setelah dia berusia enam bulan.”

Dengan kata lain, bayi pada saat usia 0 sampai enam bulan hanya bisa mencerna dan menyerap ASI.

Jadi, demikian Mia, memang yang paling optimal adalah bayi 0 sampai 6 bulan hanya diberikan ASI.

“Yang kedua, selama pemberian ASI 0 sampai 6 bulan, seluruh kebutuhan nutrisi, gizi dan kalori sudah bisa memenuhi sebesar 100% dari ASI. Jadi sebenarnya tidak perlu ditambahkan dengan yang lain-lain. Hanya cukup memberikan ASI saja.”

Penelitian juga menunjukkan bayi yang diberikan ASI eksklusif akan mendapatkan perlindungan yang optimal di kemudian hari terhadap berbagai gangguan penyakit, antara lain alergi, infeksi saluran pernafasan dan infeksi saluran pencernaan.
Sumber :
http://www.ranesi.nl/

http://asiku.wordpress.com/2009/05/07/asi-dan-ibu-bekerja/

===================== ++++++++++++ =====================

ASI Versus Susu Formula. Siapa pemenangnya?
Kata siapa memberi susu buat bayi itu mahal? Jauh hari di awal kelahiran seorang manusia, Tuhan pun peduli dengan kebutuhannya sejak lahir. Bahkan, hanya dengan air susu ibu (ASI) seorang bayi mampu bertahan hidup sampai enam bulan setelah lahir tanpa asupan makanan tambahan.

Bagi Ibu yang dikaruniai ASI banyak dan melimpah, patut disyukuri. Karena dalam ASI terkandung aneka manfaat yang tidak bisa ditandingi susu formula. Berikut rinciannya:

Sumber gizi sempurna
ASI : Mengandung zat gizi berkualitas tinggi yang berguna untuk pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan bayi. Antara lain, faktor pembentuk sel-sel otak, terutama DHA, dalam kadar tinggi. ASI juga mengandung whey (protein utama dari susu yang berbentuk cair) lebih banyak daripada casein (protein utama dari susu yang berbentuk gumpalan) dengan perbandingan 65 : 35. Komposisi ini menyebabkan protein ASI lebih mudah diserap oleh tubuh bayi.

Susu formula : Tidak seluruh zat gizi yang terkandung di dalamnya dapat diserap oleh tubuh bayi. Misalnya, protein susu sapi tidak mudah diserap karena mengandung lebih banyak casein. Perbandingan whey dan casein dalam susu sapi adalah 20 : 80.


Mudah dicerna
ASI : Pembentukan enzim pencernaan bayi baru sempurna pada usia kurang dari 5 bulan. ASI mudah dicerna bayi karena mengandung enzim-enzim yang dapat membantu proses pencernaan.

Susu formula : sulit dicerna karena tidak mengandung enzim pencernaaan. Akibatnya, lebih banyak sisa pencernaan yang dihasilkan dari proses metabolisme (proses pembakaran zat-zat di dalam tubuh menjadi energi, sel-sel baru, dan lain-lain) yang membuat ginjal bayi harus bekerja keras.


Komposisi sesuai kebutuhan
ASI : Komposisi zat gizi ASI sejak hari pertama menyusui biasanya berubah dari hari ke hari. Misalnya kolostrum (cairan bening berwarna kekuningan yang biasanya keluar pada awal kelahiran) terbukti mempunyai kadar protein yang lebih tinggi, serta kadar lemak dan laktosa (gula susu) yang lebih rendah dibandingkan ASI mature (ASI yang keluar hari ke-10 setelah melahirkan). Kandungan kolostrum yang seperti ini akan membantu system pencernaan bayi baru lahir yang memang belum berfungsi optimal. Selain itu komposisi ASI pada saat mulai menyusui ( fore milk ) berbeda dengan komposisi pada akhir menyusui ( hind milk ). Kandungan protein fore milk (berwarna bening dan encer) tinggi, tetapi kandungan lemaknya rendah bila dibandingkan dengan hind milk (berwarna putih dan kental). Makanya, jangan terlalu cepat memindahkan bayi untuk menyusu pada payudara yang lain, bila ASI pada payudara yang sedang diisapnya belum habis.

Susu formula : komposisi zat gizinya selalu sama untuk setiap kali minum (sesuai aturan pakai).


Mengandung zat pelindung
ASI : Mengandung banyak zat pelindung, antara lain immunoglobulin dan sel-sel darah putih hidup. Selain itu, ASI mengandung faktor bifidus. Zat ini penting untuk merangsang pertumbuhan bakteri Lactobacillus bifidus yang membantu melindungi usus bayi dari peradangan atau penyakit yang ditimbulkan oleh infeki beberapa jenis bakteri merugikan, seperti keluarga coli .

Susu formula : hanya sedikit mengandung immunoglobulin, dan sebagian besar merupakan jenis yang “salah” (tidak dibutuhkan oleh tubuh bayi,. Selain itu, tidak mengandung sel-sel darah putih dan sel-sel lain dalam keadaan hidup.


Cita rasa bervariasi
ASI : cita rasa ASI bervariasi sesuai dengan jenis senyawa atau zat yang terkandung di dalam makanan dan minuman yang dikonsumsi ibu.

Susu formula : bercita rasa sama dari waktu ke waktu.

Majalah Ayahbunda, No. 19, tahun 2004
http://liputan1.blogspot.com/2009/05/asi-versus-susu-formula-siapa.html

===================== ++++++++++++ =====================

Tanya-Jawab: Bagaimana Memperbanyak Produksi ASI?

TANYA :
Dok, saya ibu menyusui yang bekerja, saat ini produksi ASI saya sudah sedikit sekali. Apakah mungkin produksi ASI saya jadi banyak lagi? Bagaimana caranya Dok? Terimakasih

JAWAB:
Produksi ASI tergantung dari gizi ibu (asupan makanan), psikologis, kesehatan dan seringnya ASI dikeluarkan. Keempat komponen tersebut sangat mempengaruhi kualitas dan kuantitas ASI. Bila salah salah satu komponen terganggu maka produksi ASI terganggu.

Tetapi ibu yang bekerja tidak ada alasan tidak memberikan ASI pada anak. Dan menyusui tidak berarti akan menghambat dalam bekerja. Boleh saja ibu bekerja, tetapi setiap 3 jam ASI diperas dan disimpan dalam termos atau kulkas, kemudian dibawa pulang untuk diberikan ke anak atau disimpan dikulkas.
Bila ASI tidak diperas atau dikeluarkan, tubuh akan mengirim sinyal ke otak untuk menurunkan produksi ASI. Makin lama proses ini terjadi maka ASI akan terhenti. Ibu juga perlu istirahat yang cukup dan makan bergizi agar kualitas dan kuantitas ASI tetap baik.

Dan jangan dilupakan adalah faktor psikologis ibu sangat berperan. Agar kualitas dan kuantitas ASImenjadi baik ibu harus tenang, senang dan ikhlas untuk menyusui. Semoga produkis ASI dapat lancar lagi.
Dr Aditya Suryansyah SpA
RSAB Harapan Kita, Jln Let Jen.S Parman Kav 87, Slipi, Jakarta Barat, Telp 5668284
RSIA Buah Hati, Jln Aria Putra 399, Sarua Indah, Ciputat, Telp 7463856

http://id.shvoong.com/medicine-and-health/m-genetics/1924678-tanya-jawab-bagaimana-memperbanyak-produksi/

===================== ++++++++++++ =====================

Rabu, 26 Agustus 2009

Bank Asi Dalam Pandangan Syariat Islam

Zahrul Bawady

Sesungguhnya Allah Swt telah memuliakan manusia dan membedakannya dari segala jenis hewan. Dan sungguh kenikmatan yang Allah berikan tidak terkira bagi manusia.

Diantara kenikmatan tersebut ialah nikmat gizi yang Allah berikan ketika kita masih kecil yaitu melalui menyusui dan karena sebab penyusuan itu berkaitan pula dengan hukum hukum agama. Bahkan orang yang menyusui kita di dalam Alquran disebut dengan kata kata ibu( Surat Annisa Ayat 23)

Karena menyusui merupakan hal yang esensial bagi manusia, maka sebagian orang berpikir cara agar semua orang dengan segala aktivitas dapat menyesui tanpa mengganggu kinerja kerjanya. Maka tercetuslah ide untuk mendirikan bank asi.

karena pentingnya masalah ini maka saya meencoba menulis permasalahan bank asi dalam tinjauan agama Islam dengan mengikuti panduan yang ditulis oleh Profesor. Dr. Muhammad Hilmi Sayid Isa; seorang ulama besar dalam bidang perbandingan Madzhab dan dosen Universitas Alazhar Cairo dengan judulnya “ Hukm Insya’ Bunuuk Allaban”
Pendahuluan
Gagasan untuk mendirikan bank asi telah berkembang di Eropa kira-kira lima puluh tahun yang lalu. Dan itu terjadi setelah adanya bank darah. Mereka melakukannya dengan mengumpulkan asi dari wanita dan membelinya kemudian asi tersebut dicampur di dalam satu tempat untuk menunggu orang yang membeli dari mereka.

Pemikiran ini sekarang mulai menggerogoti umat Islam bahkan sebagian masyarakat di negara-negara mayoritas Islam telah menggaungkannya karena ikut-ikutan ala eropa.

Hukum Jual Beli Asi

Asi manusia adalah bagian mengalir dari anggota tubuhnya, dan tidak diragukan lagi itu merupakan karunia Allah bagi manusia dimana dengan adanya asi tersebut seorang bayi dapat memperoleh gizi. Dan asi tersebut merupakan sesuatu hal yang urgen di dalam kehidupan mereka( baca: bayi). Karena pentingnya asi tersebut untuk pertumbuhan maka sebagian orang memenuhi kebutuhan tersebut dengan membeli asi pada orang lain. Jual beli asi manusia itu sendiri di dalam fiqih Islam merupakan cabang hukum yang berbeda pendapat para ulama di dalamnya. Ada dua pendapat ulama tentang hal tersebut.
Pertama, tidak boleh menjualnya. Ini merupakan pendapat ulama madzhab Hanafi kecuali Abu Yusuf ( berkenaan dengan susu seorang budak), salah satu pendapat yang lemah pada madzhab Syafi’I dan juga kata sebagian ulama Hanbali.

Kedua, pendapat yang mengatakan dibolehkan jual beli asi manusia. Dan ini merupakan pendapat Abu Yusuf ( pada susu seorang budak), Maliki dan Syafi’I, Khirqi dari madzhab Hanbali, Ibnu Hamid, dikuatkan juga oleh Ibnu Qudamah dan juga madzhab Ibnu Hazm.

Sebab Timbulnya Khilaf

Menurut Ibn Rusyd, sebab timbulnya perselisihan pendapat ulama di dalam hal tersebut adalah pada boleh tidaknya menjual asi manusia yang telah diperah. Karena proses pengambilan asi tersebut melalui perahan. Imam Malik dan Imam Syafi’I membolehkannya sedangkan Abu Hanifah tidak membolehkannya. Alasan mereka yang membolehkannya adalah karena asi itu halal untuk diminum maka boleh menjualnya seperti susu sapi dan sejenisnya. Sedangkan Abu Hanifah memandang bahwa asi itu dihalalkan karena Dharurah bagi bayi dan dasar hukum dari asi itu sendiri adalah haram karena dia disamakan seperti daging manusia. Maka karena daging manusia tidak boleh memakannya maka tidak boleh menjualnya.

Dalil Pendapat Yang Membolehkan Jual Beli Susu Manusia

Mereka mengemukakan argument logika yang banyak di dalam masalah ini. Diantaranya, asi manusia bukanlah harta benda maka tidak boleh menjualnya. Dan dalil bahwasannya asi tersebut bukan harta benda adalah tidak dibolehkan bagi kita mengambil mamfaat (Intifa’) dengan asi tersebut. Asi tersebut dibolehkan karena dharurat saja kepada anak bayi karena mereka tidak bisa memperoleh gizi dengan cara lain. Dan apa yang tidak dibolehkan mengambil manfaat kecuali dharurah tidaklah dianggap bagian harta seperti babi dan narkotika. Selain itu asi tersebut juga tidak dijual di pasar karena tidak dianggap bagian dari harta.

Pendapat ini ditentang oleh pihak kedua. Mereka mengatakan: Bahwa asi itu suci dan bisa diambil manfaat sehingga boleh menjualnya seperti susu kambing. Adapun sebab tidak dijualnya asi tersebut di pasaran bukanlah landasan barang tersebut tidak boleh dijual karena ada juga barang yang tidak ada di pasaran dan boleh jual beli barang tersebut.

Kelompok pertama juga beralasan bahwa asi tersebut merupakan bagian dari manusia dan manusia beserta seluruh organnya adalah terhormat maka menjual jual beli asi tadi dapat menjatuhkan derajat kemuliaan manusia.

Kembali ditentang oleh pihak kedua. Ibnu Qudamah berkata bahwa seluruh tubuh manusia dapat dijual seperti bolehnya menjual budak. Sedangkan yang tidak boleh menjualnya adalah orang merdeka dan diharamkan pula menjual anggota tubuh yang sudah terpotong karena tidak bermamfaat.

Kasaai dari kelompok pertama menentang bantahan tersebut, beliau berkata bahwa manusia tidak halal kecuali budak dan budak tidak halal kecuali hidup sedangkan asi itu bukanlah sesuatu yang hidup maka tidak boleh dijual.
Pendapat kelompok pertama mengatakan bahwa susu manusia itu adalah restan (sisa) dari manusia maka tidak boleh menjualnya seperti air mata, keringat dan ingus.

Pendapat ini ditentang dengan mengatakan bahwa mengkiyaskan asi dengan keringat adalah tidak tepat karena keringat, ingus dan air mata tidak bermamfaat. Hal ini seperti keringat kambing yang tidak boleh kita menjualnya, sedangkan susunya tetap boleh.

Selanjutnya kelompok pertama mengatakan bahwa daging manusia tidak boleh untuk dimakan maka tidak boleh menjual asinya seperti susu keledai betina.
Pendapat ini ditolak oleh pihak kedua, mereka kembali mengatakan bahwa ini adalah qiyas yang tidak sesuai karena asi manusia suci sedangkan susu keledai najis

Kelompok pertama kembali beralasan bahwasannya dengan adanya proses menyusui tadi diharamkan bagi kita untuk menikahi saudara sesusuan dan ibu susu. Maka pada proses jual beli asi ini akan membuka peluang terjadinya perkawinan yang tidak dibenarkan secara syariat karena asi tadi dicampur sehingga kita tidak mengetahui asi siapa saja yang diminum oleh bayi.

Dalil Pendapat Yang Kedua

Golongan kedua yang membolehkan menjual asi manusia berpegang kepada Alquran, Hadits dan logika.

Dalil Alquran yaitu firman Allah pada surat Albaqarah ayat 275 yaitu, “ Allah telah menghalalkan jual beli” Ayat tersebut menurut Ibnu Hazm mengisyaratkan bahwa seorang wanita memerah asinya dan mengumpulkannya di dalam suatu bejana kemudian diminumkan pada bayi dan ini adalah milik wanita yang diberikan kepada bayi dan sesuai landasan hukum, apa saja yang boleh kepemilikannya berpindah kepada orang lain maka boleh dilakukan jual beli.
Sedangkan di dalam hadits juga terdapat suatu dalil yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Abu Daud dari Ibn Abbas, beliau berkata, aku melihat Rasulullah duduk di suatu sudut maka beliau mengangkat pandangan ke langit kemudian tersenyum lalu bersabda, “ Allah Swt. Melaknat golongan yahudi karena tiga perkara. Sesungguhnya Allah mengharamkan kepada mereka lemak namun mereka menjualnya dan memakan hasil penjualannya, dan Allah jika mengharamkan suatu kaum untuk memakan sesuatu maka Allah mengharamkan pula memakan harta yang diperoleh darinya.

Mawardi berkata bahwa apa yang tidak diharamkan memakannya maka tidak diharamkan memakan hasil penjualannya, oleh karena itu asi manusia boleh dimakan maka otomatis boleh dijual maka tidaklah haram hasil penjualannya.
Pendapat ini ditentang oleh kelompok pertama. Mereka mengatakan bahwa asi manusia juga dilarang meminumnya, tetapi karena dharurah dibolehkan.
Buktinya, jika seorang bayi telah kuat dengan tidak meminum asi maka tidak boleh lagi ia meminumnya. Mengambil manfaat dari asi juga haram. Bahkan sebagian mereka melarang orang yang terkena penyakit kabur menggunakannya dan sebagian yang lain membolehkannya jika diketahui itu adalah obat. Dan asi juga tidak dianggap barang yang berharga, dia sama seperti bangkai, yang menjadi gizi hanya ketika darurat saja, dan bukanlah suatu harta yang diperbolehkan menjualnya.

Kemudian mereka juga mengatakan bahwa setiap yang suci itu belum tentu dapat dijual. Seperti air, ia tidak boleh dijual kecuali sudah kita olah dan jaga.
Golongan kedua mengatakan bahwa asi itu adalah gizi bagi manusia maka boleh dijual seperti beras.

Abu Yusuf mengatakan bahwa boleh menjual asi dari budak karena budak itu-pun sah untuk dilakukan akad jual beli maka asi yang merupakan bagiannya pun sah untuk dijual beli.

Madzhab Yang Dipilih

Setelah kita melihat kedua madzhab di atas kita menyadari bahwa dalil yang dilontarkan oleh kedua golongan tersebut tidak pernah berjalan mulus. Selalu saja ada bantahan bantahan. Tetapi kita dapat menangkap pendapat mana yang dalilnya lebih kuat. Penulis sendiri cenderung kepada pendapat yang mengatakan bahwa tidak boleh menjual asi manusia (pendapat pertama) karena asi itu adalah bagian dari manusia dan manusia beserta anggota tubuhnya adalah mulia dan tidak boleh ada jual beli padanya. Selain itu menjual asi manusia juga dapat membawa kepada kemudaratan, yaitu susahnya mengatur perkawinan karena sangat banyak saudara sesusuan yang diharamkan menikahi mereka. Ibu susu tidak mengetahui siapa saja yang meminum susunya dan sebaliknya sang bayi juga tidak tahu susu siapa saja yang telah ia minum karena di dalam operasional bank asi itu sendiri tidak dapat ditentukan antara penjual dan pembeli asi maka tersebarlah pernikahan pernikahan yang tidak sesuai dengan syariat padahal Allah sendiri tidak menyukai adanya kerusakan dan penyelewengan dan menutup pintu kemunkaran itu lebih diutamakan daripada mengerjakan suatu kebaikan. Wallahu a’lam.

Hukum Mendirikan Bank Asi

Setelah kita memperhatikan pembahasan yang lalu, dimana kita menganggap bahwa pendapat yang lebih kuat yaitu pendapat yang tidak membolehkan menjual asi manusia. Maka dengan sendirinya kita dapat mengatakan bahwa mendirikan bank yang mengumpulkan asi wanita ke dalam satu wadah yang dicampur antara satu dengan lainnya adalah haram. Ini dikarenakan asi tersebut berasal dari anggota tubuh manusia dan manusia beserta seluruh tubuhnya dimuliakan maka tidak boleh menjadikan bagian tubuhnya itu sebagai barang jual beli.

Selain itu kita juga melihat efek yang buruk dari pendirian bank asi ini, karena akan membawa bahaya kepada kita semua, mulai dari bahaya fisik atau rusaknya hubungan darah antara manusia yang dikarenakan bank susu tersebut tidak bisa mengontrol sejauh mana pembelian dan penjualan susu tersebut.
Karlany berkata bahwa di dalam pembolehan menjual susu manusia itu ada kemunkaran karena bisa menimbulkan rusaknya pernikahan yang disebabkan kawinnya orang sesusuan dan hal tersebut tidak dapat diketahui jika antara lelaki dan wanita meminum asi yang dijual bank asi tersebut. Namun, ada juga yang berpendapat bahwa menjual asi tersebut membawa manfaat bagi manusia yaitu tercukupinya gizi bagi bayi karena kita melihat bahwa banyak bayi yang tidak memperoleh asi yang cukup baik karena kesibukan sang ibu ataupun karena penyakit yang diderita ibu tersebut. Tetapi pendapat tersebut dapat ditolak karena kemudaratan yang ditimbulkan lebih besar dari manfaatnya yaitu terjadinya percampuran nasab. Padahal Islam menganjurkan kepada manusia untuk selalu menjaga nasabnya. Kaidah ushul juga menyebutkan bahwa jika berseberangan antara kemudaratan dan kemashlahatan maka diutamakan menolak kemudaratan.

Seorang manusia dibenarkan untuk mengerjakan ibadah yang memberatkan sesuai dengan apa yang mudah bagi dia, namun syariat Islam tidak pernah membenarkan seseorang mendahulukan kemunkaran apalagi yang merupakan dosa besar.

Ibnu Sayuti di dalam kitab Asybah Wa Nadhaair menyebutkan bahwa di dalam kaidah disebutkan bahwa diantara prinsip dasar Islam adalah “dharaarun la yazaal bidh dharaari” kemudaratan itu tidak dapat tertolak dengan kemudaratan pula bahkan akan menambah masalah. Kaitannya dengan pembahasan kita yaitu, ketiadaan asi bagi seorang bayi adalah suatu kemudaratan, maka memberi asi bayi dengan asi yang dijual di bank asi adalah kemudaratan pula. Maka apa yang tersisa dari bertemunya kemudaratan kecuali kemudaratan. Karena Fiqih bukanlah pelajaran fisika dimana bila bertemu dua kutub yang sama akan menghasilkan hasil yang berbeda. Maka penulis sependapat dengan perkataan Ibn Kataany yang mengatakan bahwa hendaknya kita melihat mana yang lebih besar manfaatnya daripada kerusakannya.

Sebagian Ulama Kontemporer Membolehkan Bank Asi.
Kami akui bahwasannya sebagian ulama kontemporer membolehkan bank asi ini. Mereka beralasan:

- Bahwa kata kata ridha’( menyusui) di dalam bahasa Arab bermakna menghisap puting payudara dan meminum asinya. Maka oleh karena itu meminum asi bukan melalui menghisap payudara bukanlah disebut menyusui maka efek dari penyusuan model ini tidak membawa pengaruh apa apa di dalam hukum nasab nantinya.

- Yaitu alasan yang dikemukakan oleh beberapa madzhab dimana mereka memberi ketentuan berapa kali penyusuan terhadap seseorang sehingga antara bayi dan ibu susu memiliki ikatan yang diharamkan nikah, mereka mengatakan bahwa jika si bayi hanya menyusui kurang dari lima kali susuan maka tidaklah membawa pengaruh di dalam hubungan darah.

Kedua pendapat diatas dapat dijawab

- Bahwa makna ridhaa’ lebih luas dari apa yang telah disebutkan tadi, makna menyusui adalah meminum air asi bagaimanapun caranya. Kasaany berkata, bahwa kata kata ridhaa’ tidak terbatas pada menyusui melalui payudara saja, bahkan orang arab berkata, “ yatiimun radhii’un” seorang anak yatim meminum susu. Walaupun yang diminum itu adalah susu sapi atau kambing.
Alawis di dalam badaai’i shanaai’i mengatakan bahwa seorang perempuan dikatakan menyusui jika ia memiliki anak susuan. Menyusui menurut bahasa ialah menghisap payudara. Sedangkan menurut syariat ialah seorang bayi menyampaikan asi dari payudara wanita ke mulutnya atau ke hidungnya (melalui selang). Jadi yang dikehendaki oleh syariat ialah bukan pada cara meminumnya tetapi hasil dari minuman tersebut.

- Hukum syariat ditetapkan oleh syariat, bukan melalui makna bahasa. Maka tidak ada bedanya antara cara bayi meminum susu tersebut, yang perlu diketahui adalah susu tersebut akan masuk ke wadah penyimpanan makanan pada tubuh bayi dan akan menjadi gizi bagi bayi tersebut dan kemudian akan menghasilkan pertumbuhan pada bayi.

Maka dari keterangan diatas kita mempertanyakan kembali hukumnya menyusui dengan cara seperti dituangkan obat ke dalam hidung atau ke dalam mulut baik melalui infuse atau lainnya. Ulama ada dua pandangan di dalama hal ini.

1. Hukum ini dikembalikian, apakah haramnya menyusui itu hanya dengan menghisap payudara saja? Maka ada dua pendapat ulama:

a. Tetap akan mengharamkan pernikahan dengan ibu susu atau saudara sesusuan. Dan ini adalah pendapat jumhur ulama seperti Hanafi, pendapat kuat di dalam madzhab Maliki, Syafi’I dan pendapat yang kuat pada Hanbali serta sependapat juga imam Tsaury

b. Penyusuan model ini tidak mengharamkan pernikahan, dan ini pendapat sebagian penganut madzhab maliki dan juga salah satu pendapat lemah pada madzhab Hanbali dan juga madzhab Dhahiri

Ibn Rusyd berkata bahwa pangkal permasalahnnya adalah pada keadaan asi jika disalurkan melalui model infuse atau suntik apakah ia akan sampai ke kerongkongan bayi atau tidak.
Dalil Kedua Pendapat Diatas

Dalil pendapat pertama:
Pemegang pendapat pertama berdalil dengan sunnah dan logika
- Dalil sunnah: Riwayat Abu daud dan daar Kuthny dari Ibnu Mas’ud bahwasannya Rasulullah Saw. Bersabda," tidak disebut menyusui kecuali apa yang dapat menumbuhkan tulang dan daging dikarenakan penyusuan tersebut”.

Hadits diatas menunjukkan kepada kita bahwa penyusuan yang dapat mengharamkan pernikahan adalah apa yang dengan susuan tersebut dapat menumbuhkan daging atau tulang. Jadi pada masalah infuse atau suntik tadi tentu hal ini terjadi. Namun hadit diatas menurut para ulama adalah hadits yang lemah karena ada perawinya yang tidak dikenal.

Pada riwayat lain, diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dan lainnya dari Aisyah bahwa nabi masuk ke rumah Aisyah dan disitu ada lelaki lain sedang berada di dekat Aisyah, maka berobahlah rona wajah rasul karena tidak senang melihat kejadian tersebut. Lalu Aisyah berkata bahwa dia( baca: lelaki tersebut) adalah saudaraku. Maka rasul bersabda,” lihatlah apa hubungan persaudaraan kalian karena penyusuan itu dibolehkan karena kelaparan
Dari hadits di atas sangat jelas bahwa menyusui yang dapat mengharamkan pernikahan adalah susuan yang dapat menghasilkan pertumbuhan dengan cara apapun dia.

- Adapun dalil secara logika yaitu walaupun menggunakan metode penyuntikan dan infus, asi tersebut akan tetap berefek seperti jika menghisap langsung maka keadaan seperti itu adalah haram.

Dalil Pendapat Kedua

Kelompok pendapat kedua yang mengatakan bahwa metode melalui penyuntikan atau infuse tidak menyebabkan haramnya pernikahan adalah dalil Quran, sunnah, Atsar dan logika.

- Dalil Quran ( surat Annisa ayat 23) ibn Hazm berkata mengenai ayat tersebut, bahwa Allah Swt dan rasul tidak mengharamkan pernikahan kecuali karena adanya penyusuan dan penyusuan itu hanya terjadi bila bayi menghisap langsung dari payudara perempuan.

Pendapat Ibn Hazm dapat dibantah, bahwa yang dikehendaki oleh syariat bukanlah cara meminumnya namun hasilnya maka proses demikian tetap akan mengharamkan pernikahan.

- Dalil dari Atsar adalah apa yang diriwayatkan oleh Abdur Razak dari Ibnu Juraij berkata: “Atha ditanyai tentang jika asi disuntikkan atau melalui infuse apakah diharamkan menikahinya? Atha menjawab,” aku tidak pernah mendengar itu diharamkan.

- Dalil logikanya ialah asi yang disuntikkan itu seumpama asi yang masuk melalui luka maka tidak diharamkan pernikahan karenanya.
Pendapat ini dapat kita bantah, jika asi yang masuk melalui infuse atau suntik itu bisa menjadi gizi bagi bayi dan dapat menjadi pembantu pertumbuhannya, namun jika melalui luka masuknya itu tidak dapat terjadi. Maka menyamakan asi masuk melalui luka dan melalui suntik tadi adalah qiyas yang tidak tepat.

Pendapat yang kuat

Setelah kita melihat dalil yang diajukan kedua madzhab di atas maka kita bisa menimbang pendapat mana yang lebih kuat argumentnya, maka menurut kami pendapat yang pertama yang mengatakan bahwa pemberian asi melalui infuse itu dapat mengharamkan perkawinan dan itu adalah madzhab jumhur. Karena menyusui itu sendiri tidak di teliti melalui bahasa namun melalui syariat dan syariat menjelaskan bahwa yang menjadi sebab asi itu haram bukan pada cara menyusuinya namun pada hasil dari menyusui tersebut yaitu pertumbuhan pada bayi. Adapun hukum melalui alat yang disambungkan melalui infuse yang disambungkan ke mulut sama saja dengan apa yang disambungkanke hidung dan hukumnya juga sebagaimana telah kami sebutkan diatas

Sedangkan bagi mereka yang berpendapat bahwa susuan itu dilihat kadarnya maka ini terbantahkan karena sangatlah sulit untuk meneliti hal tersebut. karena di dalam konteks bank asi ini asi telah bercampur dan kita tidak mengetahui berapa persentase asi seseorang di dalm asi yang dibeli tersebut.maka tidak ada pembatasan susuan pada masalah ini.

Kemudaratan Yang Disebabkan Pendirian Bank Asi

Pendirian bank asi sebagaimana penulis sebutkan akan membawa akibat yang tidak baik dan berbahaya bagi kita dan juga umat Islam. Di bawah ini penulis akan menyebut beberapa kemudaratan yang sangat menonjol dari proses bank asi
1. Pendirian bank asi merupakan pintu dosa, baik itu kepada penjual atau pembeli.

2. Bank asi mengumpulkan asi dari berbagai jenis golongan sehingga sangat mungkin berakibat fatal terhadap bayi yang meminum asi tersebut, karena pertumbuhan bayi juga ditentukan oleh kualitas asi yang dikonsumsi maka rasulullah Saw menganjurkan agar manusia tidak menyusui pada orang yang lemah pemikirannya (idiot) karena akan membawa pengaruh pada dirinya.
Selain itu bank asi juga mencampur antara asi dari orang Islam ataupun kafir, dari orang yang baik atau buruk akhlaknya sehingga mengakibatkan terjadinya pewarisan mental yang tidak baik pada bayi.

Di dalam masalah ini Ibnu Qudamah di dalam kitab Mughni halaman 346 jilid 11 menyebutkan, Abu Abdullah memakruhkan seorang bayi menyusui asi wanita musyrik atau wanita yang bermaksiat. Umar Ibn Khattab dan Umar Bin Abdul Aziz berkata bahwa penyusuan itu akan membawa pengaruh, maka janganlah menyusui dari orang yahudi, nasrani dan penzina dan juga tidak dari golongan dzimmy karena asi dari pelaku maksiat dapat saja mendorong bayi tersebut untuk melakukan maksiat di kemudian hari. dan menyusui dari orang musyrik bisa saja membawa kita cenderung kepada agamanya.

3. Timbulnya penyakit. Merupakan hal yang sangat masuk akal jika wanita yang diambil asinya oleh bank asi merupakan wanita yang tidak sehat dan mengidap penyakit tertentu bahkan bisa saja penyakit yang kronis. Hal ini akan mengakibatkan bayi yang meminum asinya akan tertular juga penyakit tersebut. Bahkan kadang kala penyakit tersebut tidak dapat diobati dengan kecanggihan ilmu kedokteran sekarang. Seperti penyakit HIV-AIDS misalnya dan pakar kedokteran juga telah mengingatkan bahwa penyakit ini bisa menular melalui konsumsi asi yang tidak baik atau terlebih dahulu tertular.

4. Bercampurnya keturunan yang mengakibatkan rusaknya perkawinan dan lahirnya generasi yang lemah melalui perkawinan tersebut. Karena ditakutkan nanti seorang lelaki akan mengawini wanita yang merupakan saudara sesusuannya namun mereka tidak menyadarinya karena bank susu ini.

5. Menguji kemulian perempuan. Otoritas gender yang saat ini kita dengar sangat keras bergaung akan semakin terhina jika proses bank asi ini berjalan. Betapa tidak, di dalam proses pembelian asi oleh bank asi, pekerja akan memerah asi dari wanita seperti mereka memerah susu binatang. Apakah ini suatu kehormatan???

6. Menjual aurat tanpa dharurat. Tidak diragukan lagi bahwa di dalam proses pembelian asi para pekerja akan melihat aurat perempuan yang menjual asinya dan pekerja ini biasanya lelaki. Apakah ini tidak memalukan? Bagaimana bisa perempuan tidak bisa menjaga mahkotanya?
7. Menyia-nyiakan karunia asi yang telah diberikan oleh Allah

8. Mengambil asi melalui alat alat tertentu adalah membahayakan bagi seorang wanita dan ini dapat menghilangkan hormon asi tersebut sehingga asi itu nantinya tidak bisa dimamfaatkan lagi. Wallahu a’lam

Demikianlah risalah singkat ini penulis paparkan, semoga dicatat sebagi amal bagi penulis dan dapat bermanfaat bagi kita semua baik di dunia dan di akhirat. Hanya kepada Allah penulis memohon petunjuk dan ampunannya atas kesalahan yang mungkin saja penulis lakukan di dalm menyelesaikan risalah ini. Kritik dan saran membangun sangat penulis harapkan agar tercipta ukhwah dan saling nasehat menasehati diantara kita.

http://mybloglenterahati.blogspot.com/2009/08/bank-asi-dalam-pandangan-syariat-islam.html

===================== ++++++++++++ =====================


ASI Kok Dijual
Oktober 15, 2008 at 5:56 am | In kehidupan, serba serbi | 3 Comments
Surya-Seorang laki-laki di Tiongkok menjual air susu ibu (ASI) istrinya secara online karena dia tak ingin ASI itu terbuang percuma. Hal itu juga ditempuh sekaligus memanfaatkan kekhawatiran masyarakat akan penemuan susu bermelamin yang telah menewaskan empat balita karena kerusakan ginjal.
Li Jun, nama laki-laki dari wilayah Hanyang itu mengatakan bahwa nafsu makan istrinya menggila setelah dia melahirkan. Akibatnya, produksi ASI-nya melimpah.

“Setiap jam dia bisa menghasilkan sekitar 200 mili liter (ml) ASI. Ini terlalu banyak bagi bayi perempuan kami,” kata Li pada harian Chutian Golden Daily. “Produksi ASI-nya sangat cukup untuk memberi minum beberapa bayi lainnya,” tambahnya.

Akibat produksi ASI melimpah itu, istri Li yang tak disebutkan namanya ini kadang menggunakannya untuk membasuh muka. Bahkan, kadang-kadang Li juga dipaksa membasuh muka menggunakan ASI istrinya. “Kami lantas berpikir untuk menjualnya. Tapi jika ada keluarga miskin yang membutuhkan, mereka bisa mendapatkannya dengan gratis,” tambahnya.

Langkah serupa sebenarnya telah dilakukan oleh banyak ibu-ibu di Tiongkok. Hanya saja, baru Li yang menjual ASI istrinya secara online. Jimandy Wu, yang tinggal di wilayah Chongqing juga berhasil membujuk istrinya untuk menjadi nai ma atau penjual ASI.

Di rumah sakit Chongqing, petugas medis memang masih memesan ASI untuk anak-anak yang orangtua mereka sedang menunggu perawatan batu ginjal.
“Kenapa tidak,” kata Tina Huang, istri Jimandy. Seperti halnya istri Li Jun, produksi ASI Tina Huang juga melimpah. “Sangat disayangkan saya menyia-nyiakan ASI, sementara televisi-televisi memperlihatkan banyak balita yang tak bisa minum susu karena adanya susu bermelamin,” terangnya.

Pekerjaan lama Tina adalah sekretaris dan dia dibayar 1.000 yuan (Rp 1,4 juta) per bulan. Namun, dia kini bisa mendapatkan 12.000 yuan (Rp 16 juta) per bulan setelah menjadi penjual ASI. “Ini sangat cukup untuk membelikan baju-baju bagus untuk anak kami, dan mengirim dia ke TK yang bagus pula,” kata Jimandy.

Para orangtua di Tiongkok memang sedang panik, menyusul penemuan susu bermelamin yang telah menewaskan empat balita dan lebih dari 100.000 lainnya masih dirawat di rumah sakit karena kerusakan ginjal.

Karena kasus tersebut, permintaan ASI meningkat drastis. Akibatnya, pendapatan penjual ASI di negeri tirai bambu itu naik dua kali lipat. Menurut kantor berita Tiongkok, Xinhua, gaji seorang penjual ASI sekarang adalah 18.000 yuan (Rp 25 juta) per bulan.

“Saya telah bekerja di industri ini selama lebih dari 10 tahun, dan tak pernah melihat kejadian seperti ini,” kata Ai Xiaoxiong, manajer Zhong Jia Family Services, perusahaan yang menjadi broker penjual ASI.

ASI dari perempuan yang sehat memang terbukti membantu bayi tumbuh sehat dan melindunginya dari penyakit. Tiongkok juga punya tradisi panjang soal penjualan ASI ini, meski kemudian Partai Komunis Tiongkok berusaha melarangnya.

Di negara-negara Barat, praktik menjual ASI seperti yang sekarang terjadi di Tiongkok ini sudah ditinggalkan sejak abad 19.

Sebelum muncul kasus susu bermelamin, angka ibu yang memberi ASI pada bayinya di Tiongkok dilaporkan menurun drastis. Penyebab utamanya karena banyak susu formula yang dijual di pasaran.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Tiongkok (CCDC), persentase perempuan desa yang memberi ASI ekslusif pada bayinya turun menjadi 38 persen di tahun 2005 dari 62 persen di tahun 2000. Alasannya bervariasi, namun banyak orang yang meyakini kalau susu formula lebih bagus daripada ASI.


Ah…lepas dari mulut macan, masuk ke mulut harimau….

ASI dijual, online lagi. Trus yang beli banyak gitu…artinya air susu seseorang telah diminum oleh banyak anak-anak yang berasal dari orang tua berbeda. Tersebar di seantero dunia (Cina)…artinya bermunculan anak susuan dan bertebaranlah saudara sepersusuan. Apa artinya?

Karena meminum susu yang berasal dari payudara yang sama, maka anak-anak itu menjadi bersaudara (sepersusuan) yang menyebabkan hubungan mereka mirip saudara kandung (dengan beberapa batasan). Padahal saudara kandung dan saudara susuan itu punya sifat sama dalam soal penikahan, yakni terlarang. Mereka dilarang menikahi saudara karena ini termasuk mahram.

Parahnya kalau si anak-anak yang kemudian tumbuh dewasa dan hendak menikah satu dengan yang lain padahal mereka tidak tahu ke-mahram-an mereka, maka terjadi ‘inbreeding’, wah…dunia tambah kacau. Nasabnya mbundhet……kawin dengan saudara dekat. Jadi kalo manggil, ini adalah saudaranya bapaknya pakdhe mas mbah bulik paman….

Oke…aturan mahram karena susuan itu memang adanya dalam Islam. Agama lain mungkin gak ngelarang. Terserah orang mau beragama apa pun tetapi ketentuan Allah pasti akan terjadi. Setiap larangan Allah yang dilanggar pasti akan menimbulkan resiko bagi pelanggarnya apapun agama atau keyakinan dia.
http://yakinku.wordpress.com/2008/10/15/takut-melamin-penjualan-asi-laris-bisa-hasilkan-rp-25-juta-per-bulan/

===================== ++++++++++++ =====================

ASI dijual On Line
________________________________________
Seorang laki-laki di Tiongkok menjual air susu ibu (ASI) istrinya secara online karena dia tak ingin ASI itu terbuang percuma. Hal itu juga ditempuh sekaligus memanfaatkan kekhawatiran masyarakat akan penemuan susu bermelamin yang telah menewaskan empat balita karena kerusakan ginjal.

Li Jun, nama laki-laki dari wilayah Hanyang itu mengatakan bahwa nafsu makan istrinya menggila setelah dia melahirkan. Akibatnya, produksi ASI-nya melimpah. “Setiap jam dia bisa menghasilkan sekitar 200 mili liter (ml) ASI. Ini terlalu banyak bagi bayi perempuan kami,” kata Li pada harian Chutian Golden Daily. “Produksi ASI-nya sangat cukup untuk memberi minum beberapa bayi lainnya,” tambahnya.

Akibat produksi ASI melimpah itu, istri Li yang tak disebutkan namanya ini kadang menggunakannya untuk membasuh muka. Bahkan, kadang-kadang Li juga dipaksa membasuh muka menggunakan ASI istrinya. “Kami lantas berpikir untuk menjualnya. Tapi jika ada keluarga miskin yang membutuhkan, mereka bisa mendapatkannya dengan gratis,” tambahnya.

Langkah serupa sebenarnya telah dilakukan oleh banyak ibu-ibu di Tiongkok. Hanya saja, baru Li yang menjual ASI istrinya secara online.
Jimandy Wu, yang tinggal di wilayah Chongqing juga berhasil membujuk istrinya untuk menjadi nai ma atau penjual ASI.

Di rumah sakit Chongqing, petugas medis memang masih memesan ASI untuk anak-anak yang orangtua mereka sedang menunggu perawatan batu ginjal.

“Kenapa tidak,” kata Tina Huang, istri Jimandy. Seperti halnya istri Li Jun, produksi ASI Tina Huang juga melimpah. “Sangat disayangkan saya menyia-nyiakan ASI, sementara televisi-televisi memperlihatkan banyak balita yang tak bisa minum susu karena adanya susu bermelamin,” terangnya.
Pekerjaan lama Tina adalah sekretaris dan dia dibayar 1.000 yuan (Rp 1,4 juta) per bulan. Namun, dia kini bisa mendapatkan 12.000 yuan (Rp 16 juta) per bulan setelah menjadi penjual ASI. “Ini sangat cukup untuk membelikan baju-baju bagus untuk anak kami, dan mengirim dia ke TK yang bagus pula,” kata Jimandy.

Para orangtua di Tiongkok memang sedang panik, menyusul penemuan susu bermelamin yang telah menewaskan empat balita dan lebih dari 100.000 lainnya masih dirawat di rumah sakit karena kerusakan ginjal.

Karena kasus tersebut, permintaan ASI meningkat drastis. Akibatnya, pendapatan penjual ASI di negeri tirai bambu itu naik dua kali lipat. Menurut kantor berita Tiongkok, Xinhua, gaji seorang penjual ASI sekarang adalah 18.000 yuan (Rp 25 juta) per bulan.

“Saya telah bekerja di industri ini selama lebih dari 10 tahun, dan tak pernah melihat kejadian seperti ini,” kata Ai Xiaoxiong, manajer Zhong Jia Family Services, perusahaan yang menjadi broker penjual ASI.

ASI dari perempuan yang sehat memang terbukti membantu bayi tumbuh sehat dan melindunginya dari penyakit. Tiongkok juga punya tradisi panjang soal penjualan ASI ini, meski kemudian Partai Komunis Tiongkok berusaha melarangnya.

Di negara-negara Barat, praktik menjual ASI seperti yang sekarang terjadi di Tiongkok ini sudah ditinggalkan sejak abad 19.

Sebelum muncul kasus susu bermelamin, angka ibu yang memberi ASI pada bayinya di Tiongkok dilaporkan menurun drastis. Penyebab utamanya karena banyak susu formula yang dijual di pasaran.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Tiongkok (CCDC), persentase perempuan desa yang memberi ASI ekslusif pada bayinya turun menjadi 38 persen di tahun 2005 dari 62 persen di tahun 2000. Alasannya bervariasi, namun banyak orang yang meyakini kalau susu formula lebih bagus daripada ASI.

ada-ada saja...... kalo yang minum bukan mukrimnya.....maka mereka dilarang menikah dengan anak atau ibu penjual ASI On Line tersebut karena masuk kategori saudara satu susu.......saya akan diskusikan ke kelompok pengajian...kayaknya seru neeh...

http://forum.detik.com/showthread.php?t=71733


===================== ++++++++++++ =====================

Pelancar ASI Tidak Hanya Katuk

Bukan hal aneh jika daun katuk dikonsumsi oleh ibu menyusui. Begitu juga dengan Maudy Koesnaedi (32 tahun), artis dan presenter yang 3 bulan lalu melahirkan putra pertamanya, Eddy Maliq Meijer. "Sudah tiga bulan ini saya akrab dengan daun katuk. Sebelum mengandung Eddy saya Sudah banyak mendengar bahwa daun katuk sangat baik untuk melancarkan ASI. Ketika saya coba, ternyata khasiatnya cukup terasa. Sekarang daun katuk menjadi menu rutin yang harus ada dalam makanan sehari-hari", tutur Maudy.

Daun katuk yang juga dikenal dengan nama katu, simani, karekur, atau cekop manis sudah populer sebagai pelancar ASI sejak zaman nenek moyang. Akibatnya, daun yang banyak dijual sebagai sayuran di pasar sampai supermarket ini sering diborong ibu-ibu yang baru melahirkan.

Sebetulnya, bukan hanya daun katuk yang berkhasiat sebagai pelancar ASI. Menurut Endah Lasmadiwati, herbalis, pada prinsipnya semua sayuran yang berwarna hijau tua bisa melancarkan ASI, misalnya daun pepaya, daun singkong, daun kacang panjang (lembayung), dan bayam.

Menurut Sisilia Indradjaja, B.Med, MHM, dokter ahli herba, sebenarnya tidak makan daun katuk juga tidak apa-apa. Fungsi daun katuk bisa digantikan oleh sayuran atau herba yang lain. Di Eropa, ibu-ibu yang baru melahirkan biasanya banyak mengonsumsi alfalfa dan fenugreek. Namun semua herba termasuk katuk dan dua herba itu hanya bersifat merangsang produksi ASI. "Yang paling menentukan proses menyusui adalah sucking reflect atau reflek menghisap pada bayi. Semakin sering dihisap, produksi ASI akan semakin banyak karena hormon oksitosin dan prolaktin yang ada ikut terpacu untuk terus memproduksi ASI," tutur dokter Sisilia.

Kalaupun dikonsumsi, herba pelancar ASI justru efektif jika dikonsumsi pada awal masa menyusui. "Selanjutnya, kelancarannya tetap bergantung pada hisapan bayi, kondisi psikologis ibu dan nutrisi yang cukup," tambahnya lagi.

Dimana Kehebatan Katuk

Jadi, apakah selama ini khasiat daun katuk hanya efek plasebo saja? Tidak juga. Penelitian yang menyatakan bahwa katuk efektif meningkatkan ASI pernah dimuat dalam jurnal Media Litbang Kesehatan volume XIV No. 3 tahun 2004. Disebutkan, ibu menyusui yang sejak hari kedua setelah melahirkan diberi ekstrak daun katuk sebanyak 3 x 300 mg setiap hari selama 15 hari berturut-turut, produksi ASI meningkat sebanyak 50,7%.

Selain itu daun katuk mengandung protein, lemak, kalium, fosfor, besi, vitamin A, B1, dan C yang lengkap. Kandungan nutrisi inilah yang membuat daun katuk melancarkan ASI dengan berperan mencukupi asupan nutrisi. Tanaman yang daunnya bersifat dingin dan manis ini juga mengandung flavonoid, saponin, dan tanin. Kandungan tersebut menyebabkan daun katuk juga berperan sebagai antidemam, melancarkan air seni (diuretic), dan membersihkan darah, sehingga baik untuk ibu yang baru melahirkan.

Sebaiknya, konsumsi daun katuk yang telah dimasak. Perebusan daun katuk dapat menghilangkan sifat racun (anti protozoa) yang terkandung di dalamnya.

Alfalfa, Gudangnya Nutrisi

Seperti daun katuk, kecambah yang aslinya bernama Medicago saliva ini juga dikenal sebagai gudang nutrisi. Alfalfa berasal dari Asia Barat dan bagian timur kawasan Mediterania.

Perannya sebagai pelancar ASI tidak lepas dari kandungan gizinya yang sangat lengkap seperti kalsium, potasium, zat besi, seng, vitamin A, B, B6, C, E, dan K. Kandungan saponinnya menjaga sel darah merah ibu yang baru melahirkan sehingga terhindar dari anemia. Sedangkan fitoestrogen yang terkandung di dalamnya berfungsi menyeimbangkan hormon estrogen, oksitosin, dan prolaktin selama masa menyusui.

Alfalfa dapat dikonsumsi mentah sebagai salad atau ditumis sebagai teman makan nasi. Jika ingin praktis, Anda bisa memilih alfalfa yang telah dikemas dalam bentuk tablet atau kapsul yang terstandarisasi atau berbentuk cairan klorofil. Alfalfa bisa Anda dapatkan di supermarket atau toko sayuran impor.

Biji Fenugreek Menyeimbangkan Hormon

Herba yang sering dimanfaatkan sebagai bumbu dapur ini aslinya dari tenggara Eropa dan Asia barat. Kini fenugreek (Trigonella foenum-graecum) tumbuh di beberapa belahan dunia, seperti India, Afrika Barat, Argentina, Perancis dan Amerika. Di Indonesia, biji fenugreek sering disebut kelabat, kelabet atau klabet dan antara lain digunakan sebagai bumbu gulai.

Fenugreek sangat kaya fitoestrogen. Inilah yang menyebabkannya populer sebagai pelancar ASI di Eropa. Kandungan serat dan saponinnya yang tinggi juga dapat mengatasi sembelit yang sering dialami oleh ibu-ibu pasca melahirkan.

Untuk mengonsumsinya, European Society Comission of Publication (ESCOP), lembaga riset dan publikasi di Eropa menyarankan penggunaan biji fenugreek maksimal 6 gram per hari. Kandungan seratnya yang tinggi bisa menimbulkan diare, namun dapat diatasi dengan mengurangi dosisnya. Secara umum biji fenugreek aman untuk dikonsumsi.

Kelabet bisa diperoleh dengan mudah pada penjual bumbu di pasar maupun di supermarket, juga di toko obat TCM (Traditional Chinese Medicine) dalam bentuk ekstrak kering atau apotek terkemuka dalam bentuk suplemen.

Ibu Menyusui Harus Ekstra Hati-Hati

Segala sesuatu yang dikonsumsi ibu menyusui bisa mempengaruhi bayinya. Hal ini mengharuskan Anda untuk ekstra waspada saat akan mengkonsumsi herba.

Menurut dokter Sisilia, sebaiknya hindari herba yang dapat mengurangi produksi ASI seperti saga (Salvia officinalis) dan peterseli (Pertoselinum crispum); herba yang sifat kerjanya mempengaruhi hormon seperti adas (Foeniculum vulgare); bersifat pencahar seperti lidah buaya (Aloe vera); dan yang dapat terakumulasi di ginjal seperti comfrey (Symphytum officinale).

Jika mengkonsumsi herba dalam bentuk ekstrak atau kemasan, Anda harus memperhatikan kandungan bahan, tanggal kadaluarsa, aturan pakai, dan identitas produsennya.

Jangan lupa, teguhkan niat sebelum mengkonsumsinya. Ketulusan dan niat yang kuat untuk menyusui akan mempengaruhi pikiran Anda agar lancar memproduksi ASI. Mengutip ucapan Maudy, "Menyusui adalah memberikan salah satu yang terbaik pada anak. Untuk itu, kita harus mengusahakannya sekuat tenaga".

#sumber: majalah nirmala

http://www.smallcrab.com/kesehatan/276-pelancar-asi-tidak-hanya-katuk

asi, air susu ibu, milk, susu, breast, mother, mom, baby, bayi, sehat, batam, kepri, kepulauan riau, sepesusuan, susuan, dot, dodot, pentil, puting, ekslusif


Dahulu, ketika kekayaan besar hanya dapat diciptakan dengan perang, maka perang adalah bisnis, saat ini, ketika kekayaan besar hanya dapat diciptkan dengan bisnis, maka bisnis adalah perang. Bisnis adalah perang tanpa pertumpahn darah, dan perang adalah bisnis dengan pertumpahan darah.


Semua pasti ada hasilnya jika Anda mau benar-benar Percaya dan mau menjalankannya!

Dipelajari dan Dipahami Terlebih dahulu cara kerja dan system bonusnya, jika masih ragu-ragu, coba yang versi gratisannya dulu… toh tidak keluar biaya saat proses registrasi…alias GRATIS….

Seperti kata pepatah klasik:
"Qian li zhi xing, shi yu zu xia. ~ Lao Tse", yang artinya:
perjalanan seribu mil dimulai dengan langkah PERTAMA.

"Mario Teguh Quotes"

Jika Anda ingin mengetahui Masa Depan Anda, perhatikanlah apa yang Anda sedang kerjakan sekarang. Apapun yang sedang Anda kerjakan dengan sungguh-sungguh hari ini, adalah pembentuk Keberhasilan Anda di Masa Depan, terutama jika Anda Bijak memilih apa yang Anda kerjakan hari ini.

Tidak ada salahnya mencoba salah satu atau semua program bisnis online di bawah ini:

https://www.paypal.com/id/mrb/pal=PBU9GPJCD7ERA
http://sebulan.com/?id=SB1000366
http://www.bagikita.com/?id=B1002068
http://gold-profit4u.com/?id=indofreedom
http://SolusInvest.com/?ref=68
http://www.arwanainvest.com/?id=indofreedom
http://www.penasaran.net/?ref=6w26um
http://www.MilyarderClub.com/?id=indofreedom
http://www.lenterakaya.com/index.php?id=indofreedom
http://investasilogammulia.com/?reg=indofreedom
http://to.ly/b9LT
http://www.tekanini.com/iklanftz
http://www.tekanini.com/iklanftz&id=1
http://www.cpacrazyprofit.com/?id=iklanftz
http://Bisniscarabaru.com/?ref=322
http://www.tdwclub.com/member/go.php?r=7048&i=l0
http://www.tdwclub.com/member/go.php?r=6978&i=l0
http://tdwmastery.com/bm/?id=930
http://www.pulsagram.com/?id=CN114644
http://www.pulsagram.com/indexCN114644.htm
http://gajigratis.com/?ref=iklanftz
http://0l.ro/3tC
http://komisigratis.com/?reg=iklanftz
http://id.ipanelonline.com/register.html?inviter_id=867375
http://www.digie.co.id/iklanftz

online, internet, bisnis, investasi, investment, investor, canggih, computer, komputer, mlm, multi level marketing, pulsa, gratis, komisi, gaji, milyarder, sukses, jutawan, financial, freedom, uang, keuangan, rupiah, dollar, euro, kaya, info, solusi, pasti, Indonesia, Indonesian, profit, emas, mas, gold, golden, forex, trading, trader, pedagang, dagang, amanah, syariah, jujur, logam mulia, social network, social networking, jaringan, local, produk, produsen, pabrik, program, akses, access, admin, member, master, tung desem waringin, andrie wongso, Mario teguh, planner, planning, anne ahira, asian brain, TDW University, TDW Club, Klub, Club, way, ways, blogger, netter, blog, facebook, facebooker, fantastic, good, excellent, mantap, referensi, referral, network, networker, networking, affiliate, marketing, pemasaran, Gratis, Dahsyat, Luar Biasa, Sederhana, Mudah, Cepat, Hasil, Manfaat, Garansi, Tahap Demi Tahap, Eksklusif, Hebat, Belum Pernah Ada, Asli, Efektif, Sekarang, Temukan, Rahasia, Uang, Solusi, Nilai, Keuntungan, Bangga, ANDA.


Daftar di PayPal, lalu mulai terima pembayaran menggunakan kartu kredit secara instan.


Dapatkan laptop hanya dengan 99ribu rupiah


peluang usaha


Komisi Gratis | Bisnis Online Tanpa Modal

Investasi Logam Mulia



SolusInvest.com







Download GRATIS Panduan Ekslusif Bagaimana Seorang Pengangguran Hasilkan $22,000 Dalam 2 Bulan


Bisnis 100% Tanpa Modal


JADI JUTAWAN SEJATI Your Internet Cash Generator, Membangun Web Portal instan, mudah dan siap pakai, tanpa perlu keahliah program website






Liberty Reserve account number: U0949212

Paypal Account email : iklan.ftz@gmail.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar